Donald Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia: Segala Puji Bagi Allah SWT

Pebriansyah Ariefana

Senin, 06 April 2026 | 09:33 WIB
Donald Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia: Segala Puji Bagi Allah SWT
Donald Trump
baca 10 detik
  • Donald Trump mengancam hancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz diblokade.

  • Iran meminta dunia mencegah kejahatan perang AS setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.

  • Penutupan Selat Hormuz memicu krisis energi global yang memaksa penghematan BBM di berbagai negara.

Suara.com - Ketegangan geopolitik perang di Timur Tengah kembali mencapai titik didih akibat pernyataan terbaru dari Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump secara terbuka memberikan peringatan keras kepada pemerintah Teheran terkait jalur logistik vital.

Pemblokiran Selat Hormuz yang merupakan nadi perdagangan minyak dunia menjadi pemicu utama kemarahan sang presiden.

Trump mendesak agar jalur perairan tersebut segera dibebaskan bagi lalu lintas kapal internasional tanpa terkecuali.

Konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan ini kini memasuki fase ancaman serangan infrastruktur sipil.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengungkapkan rencana serangan udara secara spesifik.

Fasilitas publik seperti jaringan pembangkit listrik hingga jembatan menjadi target utama dalam daftar sasaran AS.

Ketegangan ini memuncak pada unggahan hari Minggu yang berisi kata-kata sangat tajam terhadap kepemimpinan Iran.

Trump bahkan menggunakan ungkapan religius dalam nada sarkastik saat melontarkan kecaman kerasnya di media sosial.

baca juga

"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan', semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," kata Donald Trump dalam unggahannya.

Selain ancaman fisik, Trump juga memberikan indikasi mengenai waktu pelaksanaan operasi militer tersebut secara detail.

Sebuah unggahan singkat menyebutkan pukul 20.00 waktu bagian Timur sebagai momentum yang diduga sebagai awal serangan.

Ini merupakan rangkaian desakan konsisten yang dilakukan Gedung Putih sejak akhir Maret lalu terhadap Teheran.

Meskipun ancaman terus bergulir, Trump mengklaim tetap membuka pintu untuk negosiasi gencatan senjata yang produktif.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya penundaan serangan pada fasilitas energi sembari menunggu perkembangan diplomasi.

Pemerintah Iran tidak tinggal diam melihat ancaman penghancuran fasilitas publik yang dilontarkan oleh Donald Trump.

Para pejabat tinggi di Teheran mengecam keras retorika tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman terhadap kemanusiaan.

Utusan PBB untuk Iran secara resmi menyerukan agar komunitas internasional segera mengintervensi situasi yang kian memanas.

Tindakan AS dianggap melanggar norma hukum internasional karena menyasar objek vital yang menopang kehidupan warga sipil.

"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran," kata dia, dikutip Al Jazeera, Minggu.

Pihak perwakilan Iran menegaskan bahwa dunia tidak boleh diam melihat potensi agresi militer yang destruktif ini.

Ada tanggung jawab kolektif dari seluruh negara untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum perang di wilayah tersebut.

"Komunitas internasional dan semua negara punya kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji itu. Mereka harus bertindak sekarang."

Iran juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan perlawanan militer jika kedaulatan mereka benar-benar dilanggar oleh Amerika.

Serangan balasan dipastikan akan menyasar aset-aset milik AS maupun sekutu terdekatnya, termasuk Israel, di kawasan tersebut.

Agresi militer yang dilakukan oleh aliansi AS dan Israel diketahui telah berjalan intensif sejak akhir Februari.

Operasi berskala besar ini telah membawa dampak fatal, termasuk tewasnya ribuan warga sipil yang terjebak konflik.

Tokoh tertinggi negara, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan turut menjadi korban dalam rangkaian serangan udara tersebut.

Kehilangan pemimpin tertinggi membuat Iran mengambil langkah ekstrem dengan menutup total akses navigasi di Selat Hormuz.

Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk tekanan balik terhadap kekuatan Barat yang terus menggempur wilayah mereka.

Dunia kini sedang menghadapi ancaman kelangkaan pasokan energi yang sangat serius akibat blokade perairan tersebut.

Banyak negara mulai merasakan dampak ekonomi langsung karena harga minyak yang tidak stabil dan pasokan tersendat.

Beberapa pemerintahan di berbagai belahan dunia terpaksa mengeluarkan kebijakan darurat untuk menghemat penggunaan bahan bakar nasional.

Instruksi bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara mulai diterapkan di beberapa wilayah demi menekan mobilitas.

Hingga saat ini, Iran tetap bersikukuh tidak akan membuka akses bagi negara-negara yang berafiliasi dengan Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar

Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar

News | Senin, 06 April 2026 | 09:03 WIB

Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi

Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:40 WIB

Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran

Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 08:35 WIB

Terkini

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:55 WIB

×