Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 12:00 WIB
Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?
Ilustrasi hutan tropis (Freepik/freepik)

Suara.com - Hilangnya hutan tropis bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi mulai menjelma menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Di banyak wilayah, penebangan hutan secara besar-besaran membuat suhu meningkat dan memperburuk kondisi hidup masyarakat sekitar.

Dikutip dari Phys.org, hutan tropis merupakan hutan yang memiliki tipe panas dan lembap. Oleh karena itu, ketika banyak pohon pada akhirnya ditebangi, maka suhu yang ada di dalamnya akan menjadi lebih panas dari sebelumnya.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change menunjukkan adanya keterkaitan antara hilangnya tutupan hutan hujan dengan peningkatan risiko kesehatan masyarakat secara global. Phys.org juga melaporkan dalam beritanya bahwa penebangan hutan skala besar di wilayah tropis telah membuat ratusan juta orang terpapar suhu lebih tinggi, yang secara langsung meningkatkan risiko stres panas hingga menyebabkan kematian.

Mekanisme Pendinginan Alami Hutan

Hutan tropis mengatur suhu dengan dua mekanisme utama. Yang pertama, memberikan naungan melalui kanopi pohon. Kedua, hutan melakukan proses evapotranspirasi, yaitu pemompaan air dari tanah ke atmosfer yang prosesnya menyerupai cara keringat menguap dari kulit manusia untuk mendinginkan udara di sekitarnya.

Satu pohon tropis besar diperkirakan mampu memberikan efek pendinginan setara dengan beberapa unit pendingin ruangan yang beroperasi secara terus-menerus. Di wilayah seperti Amazon atau Kongo, miliaran pohon bekerja sama mendinginkan seluruh wilayah melalui proses penguapan.

Masyarakat Indonesia yang tinggal di dekat hutan tropis Kalimantan juga menyadari bahwa hutan tropis bermanfaat untuk menjaga suhu lokal agar tetap sejuk. Namun, pada tahun 2024, tercatat lebih dari 6 juta hektar hutan tropis primer hilang karena dihancurkan (luasnya hampir setara dengan Panama). Ini menjadi laju kehilangan tercepat sejak pencatatan dimulai.

Perbandingan Suhu di Wilayah Berhutan dengan Wilayah Deforestasi

Melalui analisis data satelit selama 20 tahun terakhir di Amazon, Kongo, dan Asia Tenggara, peneliti membandingkan perubahan suhu pada wilayah yang berbeda,yakni di wilayah yang telah mengalami deforestasi dengan wilayah terdekat yang masih memiliki hutan.

Wilayah tropis dengan tutupan hutan mengalami peningkatan suhu rata-rata sebesar 0,2°C. Sementara, di wilayah hasil deforestasi, kenaikan suhu terjadi dengan rata-rata sebesar 0,7°C. Data ini menunjukkan bahwa deforestasi dapat mengakibatkan percepatan pemanasan iklim regional hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan area yang masih terjaga.

Dampak Paparan, Krisis Kesehatan Hingga Angka Kematian

Penelitian tersebut menemukan bahwa lebih dari 300 juta orang di seluruh wilayah tropis kini mengalami paparan suhu lebih tinggi akibat deforestasi. Distribusi paparan tersebut meliputi Asia Tenggara 122 juta orang (dengan 49 juta orang di Indonesia), Afrika 148 juta orang (dengan 42 juta orang di Republik Demokratik Kongo), serta Amerika Tengah dan Selatan 67 juta orang (dengan 22 juta orang di Brasil).

Peningkatan suhu akibat hilangnya hutan ini memiliki efek negatif, salah satunya menciptakan krisis kesehatan masyarakat. Paparan panas ekstrem diketahui dapat menurunkan produktivitas petani, membatasi durasi aman bekerja di luar ruangan, serta memicu penyakit kardiovaskular.

Dengan menggabungkan data paparan panas dan tingkat kerentanan wilayah, penelitian ini memperkirakan terdapat sekitar 28.000 kematian terkait panas setiap tahun di seluruh daerah tropis yang mengalami deforestasi.

Upaya Mitigasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Suhu Ideal AC saat Cuaca Panas agar Tidak Cepat Rusak? Jangan Keliru!

Berapa Suhu Ideal AC saat Cuaca Panas agar Tidak Cepat Rusak? Jangan Keliru!

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 10:55 WIB

433 Ribu Hektare Lenyap: Menggugat Angka Deforestasi Indonesia 2025

433 Ribu Hektare Lenyap: Menggugat Angka Deforestasi Indonesia 2025

Your Say | Senin, 06 April 2026 | 10:55 WIB

7 Penyebab iPhone Cepat Panas dan Cara Ampuh Mengatasinya

7 Penyebab iPhone Cepat Panas dan Cara Ampuh Mengatasinya

Tekno | Senin, 06 April 2026 | 07:25 WIB

Terkini

Manipulasi Laporan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Dipanggil Inspektorat DKI Gegara Ulah Petugas PPSU

Manipulasi Laporan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Dipanggil Inspektorat DKI Gegara Ulah Petugas PPSU

News | Senin, 06 April 2026 | 11:44 WIB

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Kini di Tangan Puspom TNI, Publik Waswas

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Kini di Tangan Puspom TNI, Publik Waswas

News | Senin, 06 April 2026 | 11:42 WIB

Skandal Proyek Fiktif Telkom Rp464 Miliar: Eks GM dan 10 Terdakwa Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Skandal Proyek Fiktif Telkom Rp464 Miliar: Eks GM dan 10 Terdakwa Jalani Sidang Vonis Hari Ini

News | Senin, 06 April 2026 | 11:26 WIB

Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?

Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?

News | Senin, 06 April 2026 | 11:25 WIB

Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

News | Senin, 06 April 2026 | 11:12 WIB

Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS

Pengamat Uhamka Nilai Indonesia Terancam Terjebak Invisible Trap di Tengah Konflik Iran-AS

News | Senin, 06 April 2026 | 11:11 WIB

Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel

Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel

News | Senin, 06 April 2026 | 11:06 WIB

Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi

Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi

News | Senin, 06 April 2026 | 11:04 WIB

Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri

Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri

News | Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

News | Senin, 06 April 2026 | 10:59 WIB