6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 13:31 WIB
6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran
ARSIP-Kota Teheran Iran diserang Israel (Tasnimnews)
  • Serangan udara militer Amerika Serikat dan Israel di Provinsi Teheran menewaskan sedikitnya 13 warga sipil, termasuk enam anak-anak.
  • Gempuran udara tersebut menyasar infrastruktur pemerintah Iran serta kawasan pemukiman warga di Kabupaten Baharestan dan wilayah timur Teheran.
  • Mantan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif ditegur pemerintah setelah mengusulkan peta jalan damai terkait nuklir dan sanksi internasional.

Suara.com - Eskalasi serangan udara yang dilancarkan oleh kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran dilaporkan telah memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Laporan terbaru dari kantor berita Fars menyebutkan bahwa enam anak-anak tewas dalam rangkaian serangan yang menghantam Provinsi Teheran pada malam hari.

Berdasarkan informasi terkini via Aljazeera, korban terdiri dari empat anak perempuan dan dua anak laki-laki yang semuanya berusia di bawah 10 tahun.

Tragedi ini terjadi menyusul serangan yang menyasar kawasan pemukiman di Kabupaten Baharestan, Provinsi Teheran. Berdasarkan data sementara, total korban tewas dalam serangan di wilayah tersebut mencapai 13 orang.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa pasukannya telah "menyelesaikan gelombang serangan" yang menargetkan berbagai infrastruktur pemerintah Iran di ibu kota.

Namun, media lokal melaporkan bahwa dampak ledakan juga menghantam area hunian, termasuk di bagian timur Teheran yang menewaskan sedikitnya empat orang lainnya.

Kontroversi Usulan Damai Mohammad Javad Zarif

Di tengah situasi perang yang semakin mencekam, dinamika politik internal Iran turut memanas. Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dilaporkan menerima teguran keras dari otoritas terkait setelah dirinya mempublikasikan sebuah artikel di majalah Foreign Affairs.

Dalam artikel tersebut, Zarif mengajukan sebuah "peta jalan" atau proposal untuk mengakhiri peperangan.

Namun, kantor berita Fars menyatakan bahwa tulisan tersebut dianggap "bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional," meskipun tidak dijelaskan secara rinci bentuk teguran yang diberikan kepada diplomat senior tersebut.

Dalam argumennya, Zarif menekankan bahwa memperpanjang konflik mungkin memberikan "kepuasan psikologis" bagi pihak tertentu di Teheran, namun dampaknya justru akan berujung pada hilangnya lebih banyak nyawa warga sipil dan kehancuran total infrastruktur negara.

Sebagai jalan keluar, Zarif mengusulkan agar Iran bersedia memberikan batasan pada program nuklirnya serta berkomitmen untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas energi dunia.

Langkah tersebut, menurut Zarif, harus dilakukan dengan imbalan pencabutan seluruh sanksi internasional yang saat ini membelit ekonomi Iran.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan melunakkan posisinya terhadap tuntutan pembukaan Selat Hormuz.

Sementara itu, gempuran udara terhadap pusat-pusat komando dan fasilitas pemerintah di Teheran masih terus berlangsung, meningkatkan kekhawatiran akan krisis kemanusiaan yang lebih dalam di wilayah tersebut.


Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai laporan informasi berita internasional per April 2026. Situasi di lokasi kejadian dapat berubah dengan cepat seiring perkembangan konflik bersenjata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget

Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget

News | Senin, 06 April 2026 | 13:24 WIB

Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran

Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 13:03 WIB

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:34 WIB

Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'

Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'

News | Senin, 06 April 2026 | 12:31 WIB

Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga

Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga

News | Senin, 06 April 2026 | 12:07 WIB

Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel

Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel

News | Senin, 06 April 2026 | 12:06 WIB

Terkini

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:13 WIB

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:05 WIB

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:46 WIB