Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 15:55 WIB
Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?
Ilustrasi tumpukan botol plastik (Freepik/freepik)

Suara.com - Perang Iran tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan dan keamanan, melainkan juga dalam hal ekonomi. Konflik ini memiliki dampak yang besar pada pasar plastik di kawasan Asia. Hal ini memicu peningkatan permintaan terhadap resin daur ulang.

Berdasarkan laporan eco-business.com, konflik ini telah mendorong kenaikan harga minyak yang kemudian memengaruhi nilai petrokimia global. Pemblokiran Selat Hormuz mencekik pasokan bahan baku utama untuk memproduksi plastik. Inilah yang menyebabkan selisih harga antara plastik murni dan plastik daur ulang (yang biasanya lebih mahal) menjadi semakin kecil. Kondisi ini menyebabkan kelangkaan pasokan dan mendorong kenaikan harga plastik murni di tingkat global.

Dampaknya terlihat pada menyempitnya selisih harga antara polietilen tereftalat (PET) murni dengan PET daur ulang. Data pasar menunjukkan selisih harga tersebut kini berada di angka sekitar 200 US dolar per ton, turun signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 400 US dolar per ton. Hal ini disebabkan karena para pendaur ulang melaporkan lonjakan permintaan pasca krisis minyak Timur Tengah.

Lonjakan Permintaan di Sektor Daur Ulang

Dari fenomena menyempitnya selisih harga dan sulitnya akses terhadap bahan baku plastik ini para pelaku industri menjadi terdorong untuk mengamankan pasokan dari sektor daur ulang. Kepala eksekutif Circulate Capital, Rob Kaplan mengatakan adanya peningkatan permintaan yang sangat besar pada portofolio perusahaan-perusahaan daur ulang karena pembeli berebut untuk mengamankan pasokan.

Hal serupa juga dilaporkan oleh sebuah perusahaan plastik daur ulang di India, Ganesha Ecosphere. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka memasok volume resin daur ulang dalam jumlah besar kepada perusahaan-perusahaan yang mencari alternatif pengganti plastik murni.

Mekipun permintaan melonjak, tetap ada tantangannya. Rob Kaplan memperjelas bahwa kapasitas pengumpulan sampah plastik yang didominasi oleh sektor informal tidak dapat ditingkatkan secara instan dalam semalam untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tiba-tiba meningkat.

Tekanan Logistik dan Biaya Pengiriman

Head of operations for Bali-based recycler Prevented Ocean Plastic, Alvaro Aguilar menjelaskan bahwa pengumpulan botol PET dan fundamental lokal relatif stabil di Indonesia. Namun, gesekan logistik dan tekanan margin meningkat di seluruh rantai nilai seiring berlanjutnya krisis. Ia memamparkan dampak dari konflik ini masuk melalui tiga saluran utama: kenaikan biaya bahan bakar, fluktuasi biaya pengiriman laut, dan perilaku pengadaan barang yang menjadi lebih hati-hati.

Meskipun rantai pasok daur ulang regional menawarkan keunggulan berupa ketergantungan yang lebih rendah pada pengiriman jarak jauh, sebagian besar tim pengadaan global dinilai masih lambat dalam menyesuaikan strategi mereka untuk menjadikan plastik daur ulang sebagai penyangga terhadap guncangan pasokan.

“Rantai pasokan daur ulang sebenarnya dapat menawarkan prediktabilitas yang lebih besar dalam konteks global ini. Namun, pembeli perlu menyesuaikan cara mereka mengevaluasi risiko dan strategi pengadaan untuk sepenuhnya memanfaatkan nilai tersebut,” kata Aguilar.

Kondisi Impor dan Harga Plastik di Indonesia

Di level domestik, Indonesia juga merasakan dampak dari fluktuasi harga komoditas energi global ini. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia masih terus melakukan impor untuk komoditas plastik dan barang.

Pada Februari 2026, nilai impor plastik Indonesia tercatat mencapai US$873,2 juta atau setara dengan Rp14,84 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS). Tingginya angka impor ini terjadi di tengah tren kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah.

Kenaikan harga di tingkat hulu ini telah merambat ke pasar ritel di Indonesia. Laporan dari para pedagang menunjukkan bahwa kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak sebelum Lebaran. Harga plastik berbagai ukuran mengalami kenaikan hingga Rp6.000 per pak. Produk yang sebelumnya dibanderol Rp17.000 per pak, saat ini dijual dengan harga Rp23.000 per pak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK

Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:42 WIB

Plastik Makin Mahal, Ini 8 Alternatif Pengganti yang Bisa Jadi Solusi Pedagang

Plastik Makin Mahal, Ini 8 Alternatif Pengganti yang Bisa Jadi Solusi Pedagang

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 14:24 WIB

Viral! Wanita Israel Terhempas Ledakan Rudal, Ajaib Masih Bisa Bangkit dan Berjalan

Viral! Wanita Israel Terhempas Ledakan Rudal, Ajaib Masih Bisa Bangkit dan Berjalan

News | Selasa, 07 April 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Ajukan Kasasi Lawan Putusan Bebas Aktivis Delpedro Cs, Kejagung: Kami Mengacu KUHAP Lama

Ajukan Kasasi Lawan Putusan Bebas Aktivis Delpedro Cs, Kejagung: Kami Mengacu KUHAP Lama

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:43 WIB

Serangan Udara Israel di Sekolah Gaza Tewaskan 10 Orang

Serangan Udara Israel di Sekolah Gaza Tewaskan 10 Orang

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:40 WIB

BNN Usul Larang Vape: Temuan Narkotika di Liquid Picu Alarm Bahaya

BNN Usul Larang Vape: Temuan Narkotika di Liquid Picu Alarm Bahaya

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:39 WIB

Kepala BNN Usul Vape Dilarang Total, Temukan Kandungan Sabu hingga Obat Bius di Liquid

Kepala BNN Usul Vape Dilarang Total, Temukan Kandungan Sabu hingga Obat Bius di Liquid

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:36 WIB

BMKG: Jabodetabek Berpotensi Diterpa Hujan Kilat dan Angin Kencang Hingga Sore

BMKG: Jabodetabek Berpotensi Diterpa Hujan Kilat dan Angin Kencang Hingga Sore

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:33 WIB

KontraS Minta Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

KontraS Minta Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:30 WIB

Mendadak Prabowo Panggil Airlangga, Purbaya hingga Dony Oskario ke Istana, Ada Apa?

Mendadak Prabowo Panggil Airlangga, Purbaya hingga Dony Oskario ke Istana, Ada Apa?

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:27 WIB

Kepala BNN Dorong Penyadapan Kasus Narkotika Dimulai Sejak Tahap Awal, Ini Alasannya

Kepala BNN Dorong Penyadapan Kasus Narkotika Dimulai Sejak Tahap Awal, Ini Alasannya

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:26 WIB

Kemenkes Nilai Baliho 'Aku Harus Mati' Berisiko di Tengah Lonjakan Kasus Bunuh Diri

Kemenkes Nilai Baliho 'Aku Harus Mati' Berisiko di Tengah Lonjakan Kasus Bunuh Diri

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:18 WIB

Waspada Calo Akpol! Polri: Tidak Ada Kuota Khusus, Semua Lewat Jalur Resmi

Waspada Calo Akpol! Polri: Tidak Ada Kuota Khusus, Semua Lewat Jalur Resmi

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:17 WIB