- Siswa SMKN 19 Jakarta mengunjungi Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 7 April 2026, untuk mendapatkan edukasi mengenai tata kelola negara.
- Kegiatan ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto guna mendekatkan generasi muda dengan simbol kekuasaan serta proses pengambilan kebijakan publik.
- Peserta mengikuti sesi diskusi kritis mengenai penyaluran aspirasi masyarakat serta tur edukatif untuk melihat langsung ruang kerja pemerintahan nasional.
Suara.com - Suasana berbeda tampak di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026. Puluhan siswa dari SMKN 19 Jakarta terlihat memenuhi kawasan pusat pemerintahan tersebut dengan wajah penuh antusias.
Kunjungan ini menjadi momen bersejarah bagi mereka, lantaran untuk pertama kalinya para pelajar sekolah menengah kejuruan ini diberikan akses luas untuk menginjakkan kaki dan melihat langsung isi dari bangunan yang selama ini hanya bisa mereka saksikan melalui layar televisi atau dari balik pagar tinggi di Jalan Medan Merdeka.
Salah satu siswa kelas 11, Muhammad Suganda, tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya saat menyusuri koridor-koridor bersejarah di dalam Istana.
Baginya, kesempatan ini adalah bentuk "healing" yang sangat berharga karena menggabungkan unsur rekreasi dengan edukasi mendalam mengenai tata kelola negara.
Suganda mengaku terkesan dengan arsitektur dan suasana interior Istana yang menurutnya jauh lebih megah dibandingkan apa yang terlihat dari luar.
"Kesan dan pesan saya di kunjungan hari ini, jujur ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di daerah sini, ya, daerah gedung putih, di mana jujur dari awal kayaknya mandangnya dari luar emang keren, ternyata dari dalam juga keren banget," kata Suganda sebagaimana dilansir Antara.
Selama berada di lingkungan Istana, para siswa tidak hanya sekadar berjalan-jalan. Mereka mengikuti rangkaian agenda yang telah disusun rapi, mulai dari pemaparan materi di dalam aula besar, sesi foto bersama di titik-titik ikonik, hingga berkeliling untuk mengenal sejarah panjang setiap bangunan yang ada di kompleks tersebut.
Suganda menyebutkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi dirinya dan rekan-rekan sejawatnya mengenai pentingnya peran generasi muda dalam birokrasi.
"Di situ ada pemaparan seperti yang tadi saya bilang, ada birokrasi tentang mengapa pentingnya eh generasi muda. Supaya mampu berkomunikasi lah, mengaspirasikan apa yang mau mereka aspirasikan, masalah mereka tentang apapun itu," ujarnya.
Selain mendapatkan pengetahuan tentang struktur pemerintahan, para siswa juga diajak untuk aktif dalam sesi tanya jawab.
Fokus pembahasannya cukup kritis, yakni mengenai bagaimana cara menyampaikan aspirasi kepada pemerintah secara efektif serta kendala-kendala yang sering dihadapi masyarakat dalam menyalurkan suara mereka.
Suganda menceritakan bahwa teman-temannya sangat vokal dalam menanyakan hambatan komunikasi antara rakyat dan penguasa.
"Untuk tanya jawab, sempat tanya jawab dari teman-teman saya itu mengenai mengapa ada aspirasi yang kurang tersampaikan kepada pemerintahan," kata dia.
Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh para tenaga pendidik yang mendampingi. Christine Rambing, guru SMKN 19 Jakarta, menyatakan bahwa pihak sekolah sangat mengapresiasi keterbukaan Istana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kunjungan ini merupakan pengalaman yang tidak terduga dan memberikan dampak psikologis positif bagi para siswa karena mereka merasa dilibatkan dalam ekosistem kenegaraan.
Christine menjelaskan bahwa rombongan guru dan siswa diajak melakukan room tour untuk melihat ruangan-ruangan penting yang biasanya tertutup untuk publik.
Di sana, mereka juga mendapatkan edukasi mengenai kebijakan publik yang sedang dijalankan oleh pemerintah saat ini.
"Kita diajak room tour untuk melihat keadaan lingkungan Istana Negara yang tadinya kami memang belum pernah masuk ke dalamnya. Akhirnya kami sampai ke dalam juga, ruangan demi ruangan dan kita mendapatkan edukasi, terus tadi ada penayangan terkait dengan kebijakan publik yang sudah diberikan oleh Bapak Prabowo," ucapnya.
Proses kehadiran SMKN 19 Jakarta di Istana ini ternyata melalui prosedur resmi yang dimulai dari inisiatif pihak sekolah.
Setelah mendapatkan informasi mengenai dibukanya akses Istana untuk pelajar, sekolah segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat permohonan resmi agar para siswa mereka bisa mendapatkan kesempatan langka tersebut.
"Kita sebelumnya informasi dulu, terus kita bersurat, minta tolong untuk bisa kita diikutsertakan," ucap Christine.
Program pembukaan Istana Kepresidenan untuk kunjungan anak sekolah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan ini bertujuan untuk mendekatkan simbol kekuasaan negara kepada generasi muda agar mereka memiliki rasa kepemilikan dan pemahaman yang lebih baik terhadap sejarah serta proses pengambilan keputusan di tingkat nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar Presiden dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Dengan melihat langsung proses birokrasi, diharapkan para pelajar termotivasi untuk berkontribusi bagi bangsa di masa depan.
"Hari ini, Selasa, 7 April 2026, atas instruksi dan keinginan Bapak Presiden Prabowo, kita buka Istana untuk anak-anak sekolah. Jadi, rekan-rekan ketahui bersama, salah satu program terbesar Bapak Presiden investasi membangun dan membentuk generasi muda," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Kunjungan SMKN 19 Jakarta Pusat ini menjadi pembuka dari rangkaian program serupa yang akan terus dijalankan.
Pemerintah berharap dengan dibukanya pintu Istana, tidak ada lagi sekat yang terlalu tebal antara pemerintah dan generasi penerus, sehingga edukasi politik dan kewarganegaraan dapat berjalan secara lebih nyata dan inklusif.