Hasil Lengkap Investigasi PBB soal TNI Tewas karena Proyektil Israel

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 12:54 WIB
Hasil Lengkap Investigasi PBB soal TNI Tewas karena Proyektil Israel
Investigasi PBB mengungkap tank Merkava Israel dan IED Hizbullah menjadi penyebab gugurnya tiga prajurit TNI. (Antara)
baca 10 detik
  • Investigasi PBB menyatakan tank Merkava Israel menembakkan peluru ke arah posisi pasukan TNI.

  • Selain tank, ditemukan peledak IED yang diduga milik Hizbullah sebagai penyebab kematian prajurit.

  • Pemerintah Indonesia menuntut perlindungan keamanan penuh bagi seluruh personel UNIFIL di wilayah Lebanon.

Suara.com - Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa akhirnya merilis temuan krusial terkait tragedi yang menimpa personel keamanan dunia.

Investigasi awal menunjukkan adanya keterlibatan alat utama sistem persenjataan berat dalam peristiwa berdarah di perbatasan tersebut.

Tiga anggota Tentara Nasional Indonesia TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL dikonfirmasi menjadi korban dalam serangan fatal.

Insiden yang terjadi pada akhir Maret 2026 ini memicu gelombang kecaman internasional terhadap pihak-pihak yang bertikai.

Stephane Dujarric selaku juru bicara resmi Sekretaris Jenderal PBB memaparkan fakta medis dan teknis lapangan.

Analisis mendalam dilakukan pada fragmen material yang ditemukan di titik ledakan posisi pasukan perdamaian PBB.

Petugas lapangan menemukan sisa-sisa proyektil yang sangat identik dengan spesifikasi tempur milik militer negara tertentu.

Fakta ini menjadi titik terang setelah simpang siur informasi mengenai siapa pelaku di balik serangan tersebut.

Hasil pengujian laboratorium militer mengonfirmasi bahwa hantaman berasal dari arah timur wilayah Ett Taibe.

baca juga

Dujarric menegaskan bahwa identitas senjata tersebut merupakan bagian dari unit kavaleri yang beroperasi di wilayah konflik.

"Terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe," kata Dujarric.

PBB mengklaim bahwa mereka telah melakukan langkah preventif dengan membagikan data lokasi kepada pihak terkait.

Informasi koordinat satelit tersebut seharusnya menjadi acuan agar personel internasional tidak menjadi target serangan salah sasaran.

Namun nyatanya serangan tetap terjadi meskipun identitas markas pasukan perdamaian sudah terdata secara resmi di sistem.

Kecerobohan ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian perlindungan petugas kemanusiaan di zona merah perang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ke Mana Mojtaba Khamenei Setelah Gencatan Senjata AS - Iran?

Ke Mana Mojtaba Khamenei Setelah Gencatan Senjata AS - Iran?

News | Rabu, 08 April 2026 | 12:41 WIB

Usai Pernyataan Gencatan Senjata, Trump Dikhawatirkan Berubah Pikiran Lagi

Usai Pernyataan Gencatan Senjata, Trump Dikhawatirkan Berubah Pikiran Lagi

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 12:50 WIB

Donald Trump Murka ke CNN karena Beritakan Kemenangan Iran: Kalian Jahat

Donald Trump Murka ke CNN karena Beritakan Kemenangan Iran: Kalian Jahat

News | Rabu, 08 April 2026 | 12:26 WIB

Terkini

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:03 WIB

×