- Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil menjaga stabilitas nasional serta persatuan bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global yang meningkat.
- Kepemimpinan inklusif Prabowo dan Sufmi Dasco memfasilitasi dialog konstruktif serta menghentikan praktik adu domba demi memperkuat demokrasi Indonesia.
- Pemerintah menanggapi kritik melalui perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis serta memastikan ketahanan energi dan pangan nasional.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto, dibantu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dinilai berhasil membawa Indonesia tetap tenang dan bersatu di tengah situasi internasional yang tak menentu.
Haris Rusly Moti, pemrakarsa 98 Resolution Network, mengatakan perang terbuka antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran berdampak luas terhadap krisis energi global serta instabilitas ekonomi-politik di berbagai negeri.
"Tapi di Indonesia stabil di tengah guncangan dan ketidakpastian geopolitik. Kita bersyukur Presiden Prabowo bisa memimpin terciptanya situasi kondusif. Situasi nasional yang bersatu, damai dan stabil, baik ekonomi dan politik adalah harga tidak ternilai yang patut kita syukuri," ujar Haris Rusly Moti, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, kepemimpinan Prabowo yang inklusif menjadi kunci utama mengapa Indonesia tidak terseret dalam polarisasi yang merusak, baik secara politik maupun ekonomi.
Kepemimpinan Inklusif dan Anti-Divide et Impera
Haris menyoroti bagaimana Prabowo dan Dasco secara aktif membangun komunikasi dengan berbagai kelompok, termasuk mereka yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah.
Langkah ini dianggap mematahkan stigma bahwa pemerintah saat ini menutup diri dari masukan publik.
Haris menjelaskan, gerilya diplomasi domestik yang dilakukan Dasco di berbagai forum merupakan bukti nyata komitmen pemerintah terhadap demokrasi.
“Prof Dasco bahkan sering menghadiri forum-forum diskusi formal maupun informal dan mendengar langsung pandangan kritis dari berbagai kelompok yang berbeda spektrum. Sangat tidak beralasan jika ada pihak yang mengatakan pemerintah anti kritik dan anti dialog,” kata Haris.
Lebih jauh, Haris menegaskan gaya kepemimpinan saat ini menjauhi praktik adu domba demi kekuasaan.
“Presiden Prabowo maupun Dasco, keduanya tidak menganut aliran politik devide et impera, yang membenturkan secara horisontal masyarakat untuk tujuan memperkuat kekuasaan. Bahkan segala bentuk warisan konflik horisontal yang direkayasa di masa lampau, secara senyap telah diupayakan Presiden Prabowo untuk dihentikan,” tambahnya.
Evaluasi Ketat Program MBG
Sebagai pendukung pemerintah, Haris mengakui adanya kritik terhadap beberapa program prioritas, terutama program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah sangat responsif terhadap masukan tersebut. Salah satu bukti nyatanya adalah penindakan tegas terhadap penyimpangan dalam tata kelola dapur MBG.
“Selaku pendukung pemerintah, kami mencermati dan mencoba memahami kritik yang ditujukan kepada Presiden Prabowo. Beberapa di antaranya masih bisa dimaklumi karena terkait koreksi terhadap tata kelola program prioritas pemerintah, seperti tata kelola program MBG dan sejumlah program lainnya yang dinilai berpotensi menjadi sumber kebocoran baru yang sedang diberantas oleh Presiden Prabowo,” jelasnya.