Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan lawatan penting ke Jepang dan Republik Korea pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomasi biasa, tetapi membawa hasil konkret berupa komitmen kerja sama ekonomi bernilai besar yang berpotensi mendorong pertumbuhan Indonesia ke depan.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa dari rangkaian pertemuan bilateral dan forum bisnis, Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi sebesar 33,89 miliar dolar AS atau sekira Rp575 triliun.
Jepang dan Korea Selatan jadi kontributor utama dalam kerja sama ini, yang mencakup berbagai sektor strategis prioritas nasional.