- Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dirawat intensif di RSCM Jakarta akibat luka bakar serius usai disiram air keras.
- Tim medis RSCM melakukan tindakan penutupan mata serta operasi cangkok kulit guna mendukung proses pemulihan kesehatan korban.
- Puspom TNI menetapkan empat anggota Denma BAIS TNI sebagai tersangka atas kasus penyerangan di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Suara.com - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (27), yang menjadi korban teror penyiraman air keras oleh anggota BAIS TNI mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Saat ini, tim medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tengah fokus memberikan perawatan intensif pada bagian mata korban.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa tim medis melakukan tindakan penutupan mata sementara untuk mendukung proses penyembuhan jaringan yang rusak akibat zat kimia.
“Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata untuk melindungi struktur bola mata dan penyembuhan,” kata Yoga dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG), struktur dinding bagian belakang bola mata Andrie masih dalam kondisi utuh. Oleh karena itu, tim medis memproyeksikan proses penutupan mata ini akan berlangsung selama empat hingga enam bulan.
“Hasil pemeriksaan USG mempercepat proses dinding bagian belakang bola mata masih dalam kondisi utuh menunjukkan bahwa rencana penutupan mata ini akan dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan,” jelas Yoga.
Selain penanganan pada mata, tim medis RSCM juga telah melakukan tindakan operasi lanjutan pada 7 April 2026. Operasi tersebut bertujuan untuk membersihkan jaringan kulit mati di area leher belakang serta melakukan prosedur cangkok kulit.
“Proses penyembuhan yang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses penyembuhan optimal,” ungkapnya.
Dari sisi psikologis, Yoga menyebut kondisi Andrie relatif stabil dan kooperatif selama menjalani perawatan. Pihak RSCM menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan medis yang profesional bagi korban.