Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 07:53 WIB
Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
Donald Trump dan Iran saling ancam batalkan gencatan senjata akibat eskalasi serangan Israel di Lebanon.
baca 10 detik
  • Iran mengancam keluar dari gencatan senjata jika Israel terus membombardir wilayah Lebanon.

  • Donald Trump menuntut Iran menghentikan program nuklir dan menjamin keamanan Selat Hormuz.

  • Negosiasi damai dijadwalkan di Pakistan meskipun korban jiwa di Lebanon terus bertambah.

Trump juga menitikberatkan pada aspek stabilitas ekonomi global dengan menuntut jaminan keamanan di salah satu jalur perdagangan vital.

Pemerintah Iran wajib memastikan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi lalu lintas kapal internasional selama masa damai.

"Selama kurun waktu ini, militer kami yang hebat akan mempersiapkan diri dan beristirahat untuk menantikan penaklukan berikutnya," tulis Trump di Truth Social.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa militer Amerika Serikat tetap dalam posisi siaga penuh meskipun status saat ini adalah gencatan senjata.

Persiapan kekuatan militer tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif jika proses diplomasi yang sedang berjalan menemui jalan buntu.

Secara resmi, Amerika Serikat dan Iran telah menyetujui penghentian permusuhan selama dua pekan yang dimulai sejak Rabu (8/4).

Keputusan krusial ini sebelumnya disampaikan langsung oleh Trump kepada publik pada hari Selasa (7/4) melalui kanal media sosialnya.

Langkah perdamaian ini direncanakan akan berlanjut ke meja perundingan yang lebih formal untuk membahas poin-poin yang lebih mendalam.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pertemuan diplomatik tingkat tinggi tersebut rencananya akan diselenggarakan di Pakistan pada 10 April.

baca juga

Namun, bayang-bayang kegagalan negosiasi terus menghantui akibat realitas yang terjadi di wilayah kedaulatan Lebanon beberapa hari terakhir.

Data di lapangan menunjukkan bahwa Israel tetap melakukan gempuran hebat meskipun kesepakatan gencatan senjata sudah diumumkan ke publik.

Serangan berskala besar tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah yang sangat signifikan bagi warga di Lebanon.

Laporan terbaru mencatat sedikitnya 254 orang telah kehilangan nyawa akibat rangkaian pemboman yang dilakukan oleh militer Israel.

Selain korban tewas, tercatat sebanyak 1.165 orang mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis darurat akibat serangan udara tersebut.

Kondisi tragis ini menjadi ujian berat bagi komitmen Amerika Serikat dan Iran dalam mempertahankan stabilitas keamanan yang sedang mereka bangun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat

Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:27 WIB

Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti

Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:16 WIB

Berapa Biaya Melewati Selat Hormuz? Ini Update Negara yang Boleh Lewat

Berapa Biaya Melewati Selat Hormuz? Ini Update Negara yang Boleh Lewat

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 07:03 WIB

Terkini

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!

Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:03 WIB

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:59 WIB

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:51 WIB

Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:47 WIB

KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan

KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:41 WIB

×