Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB
Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul
Mojtaba Khamenei (Tasnim)
baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei mengklaim Iran menang telak atas agresi militer Amerika Serikat dan Israel.

  • Gencatan senjata terancam gagal total akibat serangan udara Israel yang menewaskan ratusan warga Lebanon.

  • Iran bersiap memulai fase baru di Selat Hormuz sambil menuntut kompensasi kerusakan perang.

Suara.com - Pemimpin tertinggi Iran yang baru saja muncul ke publik, Mojtaba Khamenei, secara berani mendeklarasikan sebuah pencapaian yang ia sebut sebagai kemenangan final.

Pernyataan ini mencuat di tengah kondisi gencatan senjata yang sangat rapuh antara pihak Teheran dengan koalisi Amerika Serikat serta Israel.

Klaim kemenangan tersebut disampaikan tepat pada peringatan 40 hari wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan awal perang.

Mojtaba menegaskan bahwa selama periode pertempuran yang intens tersebut, kekuatan militer Iran telah berhasil membuat seluruh dunia merasa terkejut dan heran.

Meskipun baru bersuara setelah sekian lama, pria berusia 58 tahun ini memastikan bahwa negaranya tidak pernah memiliki niat untuk memulai peperangan.

Ia menekankan bahwa langkah militer yang diambil selama ini merupakan bentuk perjuangan demi mempertahankan hak-hak yang sah secara internasional.

Khamenei mengirimkan pesan peringatan yang sangat keras kepada pihak lawan yang telah melakukan agresi militer terhadap wilayah kedaulatan Iran.

“Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami tanpa hukuman,” tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi di televisi dikutip dari Al Jazeera.

Ia juga menuntut adanya pertanggungjawaban berupa materiil serta penghormatan atas pengorbanan nyawa yang telah hilang selama masa konflik.

baca juga

Khamenei menambahkan bahwa Iran akan “menuntut kompensasi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan mereka yang terluka.”

Sorotan dunia kini tertuju pada jalur perdagangan energi paling vital di dunia, yakni Selat Hormuz, yang selama ini berada di bawah kendali Iran.

Sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu, Iran telah menerapkan blokade yang sangat ketat di kawasan perairan strategis tersebut.

Khamenei mengisyaratkan bahwa taktik mereka di wilayah perairan itu akan segera beralih menuju sebuah fase yang lebih baru.

Walaupun tidak merinci detail teknisnya, fase baru ini diprediksi akan menjadi kartu as Iran dalam proses negosiasi damai mendatang.

Hal ini menjadi krusial mengingat Selat Hormuz adalah titik tawar utama dalam draf perdamaian yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.

Sebelumnya, melalui bantuan mediasi dari Pakistan, Teheran dan Washington telah menyetujui penghentian kontak senjata selama dua minggu penuh.

Kesepakatan sementara ini bertujuan memberikan ruang bagi para diplomat untuk mencari jalan keluar permanen guna menghindari krisis energi global.

Sebagai bagian dari komitmen awal, pihak Iran setuju untuk membuka kembali akses bagi kapal-kapal komersial yang melintasi jalur laut tersebut.

Muncul laporan bahwa Teheran akan memberlakukan tarif khusus bagi setiap kapal yang lewat guna membiayai pemulihan infrastruktur negara mereka.

Namun, ketenangan ini dianggap semu karena militer Iran tetap dalam posisi siaga penuh untuk melakukan serangan balasan seketika.

Khamenei memperingatkan dengan nada yang sangat serius bahwa jeda pertempuran ini bisa berakhir kapan saja jika pihak lawan berulah.

“Tangan kami berada di atas pelatuk,” ujar Khamenei untuk menggambarkan betapa tingginya tensi militer yang mereka siapkan saat ini.

Kekhawatiran ini terbukti beralasan setelah serangan udara masif yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon baru-baru ini.

Serangan mematikan yang merenggut ratusan nyawa tersebut kini menjadi batu sandungan besar bagi kelangsungan perjanjian gencatan senjata.

Terdapat perbedaan persepsi yang sangat tajam antara Iran dan Amerika Serikat mengenai apakah Lebanon termasuk dalam cakupan wilayah damai.

Bagi Iran dan Pakistan, stabilitas di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata yang telah ditandatangani.

Sebaliknya, pihak Israel dan Amerika Serikat bersikukuh bahwa operasi militer di Lebanon adalah hal yang terpisah dari urusan dengan Iran.

Meski terjadi perdebatan diplomatik, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah meninggalkan sekutu-sekutu regional mereka dalam kondisi apa pun.

Ia menyatakan tidak akan “melepaskan hak-hak kami yang sah dalam keadaan apa pun, dan dalam hal ini, kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan.”

Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Iran akan terus memberikan dukungan penuh bagi pejuang di Lebanon menghadapi serangan Israel.

Dunia kini menanti hasil dari pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan akan berlangsung di Pakistan pada hari Sabtu mendatang.

Delegasi dari Teheran dan Washington diharapkan mampu merumuskan formula perdamaian yang lebih stabil untuk menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut.

Proses diplomasi ini menjadi harapan terakhir untuk mencegah perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.

Khamenei memastikan bahwa posisi Iran dalam perundingan tersebut akan sangat kuat berdasarkan pencapaian militer yang telah mereka raih.

Keberhasilan negosiasi ini akan menentukan apakah fase baru yang dimaksud Iran akan membawa stabilitas atau justru eskalasi yang lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:05 WIB

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:50 WIB

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:59 WIB

Terkini

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

×