BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 10 April 2026 | 11:35 WIB
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
Ilustrasi Petani di Indonesia (pixabay)
baca 10 detik
  • Peneliti BRIN, Deni Swantomo, mengembangkan teknologi plasma untuk memproduksi amonia yang lebih hemat energi dibanding proses konvensional.
  • Metode plasma beroperasi pada suhu ruang tanpa hidrogen tambahan untuk menghasilkan amonia secara efisien dalam skala laboratorium.
  • Hasil penelitian menunjukkan penggunaan air deionisasi pada parameter optimal berhasil memproduksi amonia dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Suara.com - Produksi amonia untuk pupuk hingga kini masih bergantung pada proses Haber–Bosch yang membutuhkan energi besar dan menghasilkan emisi karbon tinggi. Ketergantungan ini membuat produksi pupuk belum efisien sekaligus menyulitkan upaya transisi ke sistem yang lebih ramah lingkungan.

Di tengah tantangan tersebut, Dosen sekaligus Peneliti dari Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Deni Swantomo, mengembangkan pendekatan alternatif dalam menciptakan pupuk nitrogen yang lebih hemat energi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Deni menjelaskan bahwa dirinya bersama tim memanfaatkan teknologi Dielectric Barrier Discharge (DBD) plasma untuk memproduksi amonia langsung dari air dan gas nitrogen.

“Berbeda dengan metode konvensional, sistem ini dapat beroperasi pada suhu dan tekanan ruang, tanpa memerlukan kondisi ekstrem maupun tambahan gas hidrogen,” ujarnya.

Ilustrasi petani [Foto oleh Pixabay]
Ilustrasi petani [Foto oleh Pixabay]

Ia memaparkan, gas nitrogen yang dialirkan dan diberi energi listrik akan membentuk plasma yang menghasilkan spesies nitrogen reaktif. Plasma tersebut kemudian berinteraksi dengan air, memecah molekulnya menjadi radikal hidrogen dan hidroksil, yang selanjutnya bereaksi membentuk amonia.

Dalam penelitian ini, tim menguji berbagai parameter seperti laju aliran nitrogen, daya listrik, jarak elektroda, jenis air, serta tingkat keasaman. Hasil optimal diperoleh pada laju aliran nitrogen 1,4 liter per menit, daya 75 watt, dan jarak elektroda 1 sentimeter, menggunakan air deionisasi dengan pH sekitar 5.

Pada kondisi tersebut, konsentrasi amonia mencapai 19,7 parts per million (ppm) dalam waktu 30 menit. Deni menyebut penggunaan air deionisasi menghasilkan amonia lebih tinggi dibanding air keran karena minim kandungan mineral yang dapat memicu reaksi samping.

“Penggunaan air dengan tingkat kemurnian tinggi memberikan hasil yang lebih optimal. Sebaliknya, paparan sinar UV justru menurunkan konsentrasi amonia karena memicu penguraian kembali,” jelasnya.

Secara keseluruhan, riset ini menunjukkan bahwa teknologi DBD plasma dapat menjadi alternatif produksi amonia tanpa katalis mahal, tanpa proses kompleks, serta tanpa tambahan gas hidrogen.

baca juga

Meski begitu, Deni mengakui teknologi ini masih dalam tahap laboratorium dan belum mampu menyamai skala produksi industri. Ke depan, pengembangan lebih lanjut diperlukan agar inovasi ini bisa diterapkan secara luas.

“Pendekatan ini membuka peluang produksi pupuk yang lebih berkelanjutan dan hemat energi, dengan sistem yang relatif sederhana,” kata Deni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:47 WIB

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Mengapa Spesies Invasif Jadi Ancaman Serius bagi Alam Indonesia: Bagaimana Menanganinya?

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 16:35 WIB

Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI

Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:22 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×