Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?

Bernadette Sariyem

Jum'at, 10 April 2026 | 11:44 WIB
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
Kolase foto Presiden RI Prabowo bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (kiri), dan Presiden AS Donald Trump bersama Sharif (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran sepakat menempuh jalur diplomasi melalui mediasi Pakistan setelah Presiden Trump menyatakan gencatan senjata.
  • Pakistan berhasil menjadi mediator karena memiliki kedekatan personal dengan pemerintahan Trump serta posisi geopolitik yang sangat strategis.
  • Peran Pakistan sebagai penengah bertujuan menguatkan pengaruh regional di tengah tantangan ekonomi dan persaingan politik dengan India.

Selama ini, India dianggap sebagai kekuatan dominan di Asia Selatan dengan pertumbuhan ekonomi yang jauh melampaui Pakistan.

Tapi, dalam konteks diplomasi dengan pemerintahan Trump, Pakistan tampak lebih lincah dalam mengambil hati sang Presiden.

Staniland mencatat, Pakistan bahkan melangkah lebih jauh dengan menominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian dan terlibat dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Trump. Sebagai catatan, Indonesia juga menjadi anggota dewan ini.

Hal ini menciptakan kegelisahan tersendiri di New Delhi.

“Saya rasa, India khawatir Pakistan lebih efektif dalam mempermainkan pemerintahan Trump dan mendapatkan simpati darinya. Hal ini, dalam beberapa hal, menciptakan tantangan nyata bagi India,” jelas Staniland.

Fenomena ini juga menjawab pertanyaan tentang keandalan Washington sebagai mitra strategis bagi India.

Menurut Staniland, Washington kini tidak lagi dilihat sebagai mitra strategis yang sepenuhnya dapat diprediksi seperti satu dekade lalu, yang memberikan batas pada potensi kedekatan hubungan AS-India di masa depan.

Presiden RI Prabowo Subianto bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di kediaman kenegaraan India, Hyderabad House yang terletak di New Delhi, Sabtu (25/1/2025) siang waktu setempat. (Foto dok. Biro Pers)
Presiden RI Prabowo Subianto bersalaman dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di kediaman kenegaraan India, Hyderabad House yang terletak di New Delhi, Sabtu (25/1/2025) siang waktu setempat. (Foto dok. Biro Pers)

Bangun reputasi di tengah krisis ekonomi

Bagi Pakistan, menjadi mediator bukan sekadar membantu perdamaian dunia, melainkan upaya untuk "bertarung di atas kelasnya".

baca juga

Dengan krisis ekonomi domestik dan konflik di perbatasan Afghanistan yang masih memanas, Islamabad membutuhkan beragam portofolio hubungan internasional untuk menyeimbangkan pengaruh India di Asia Selatan.

Namun, posisi ini bukan tanpa risiko. Pakistan kini terikat pakta pertahanan dengan Arab Saudi. Jika perang antara AS dan Iran justru eskalasi, Pakistan akan berada dalam posisi sulit: harus membantu Arab Saudi melawan Iran, yang merupakan tetangga sekaligus mitra bisnis potensial mereka.

“Pakistan tidak ingin berada dalam situasi di mana perang meningkat, dan terpaksa meminta bantuan Arab Saudi melawan negara tetangganya—dan mitra bisnis potensial yang penting—Iran,” papar Staniland.

Masa Depan Diplomasi Pakistan

Meskipun Pakistan telah berhasil memfasilitasi pertukaran pesan dan mengadakan pertemuan tingkat regional di Islamabad, keberhasilan akhir tetap bergantung pada kejelasan tujuan pemerintahan Trump dan kesediaan Iran untuk berkompromi.

Staniland mengingatkan, pesan yang keluar dari Washington seringkali membingungkan dan kontradiktif.

"Keberhasilan dalam memediasi resolusi perang ini akan menempatkan Pakistan sebagai penstabil regional, dan perantara yang berharga di panggung internasional," kata dia.

Namun, Staniland menekankan kemesraan ini mungkin sangat spesifik terhadap era Trump. Belum ada jaminan hubungan baik ini akan berlanjut setelah tahun 2028, mengingat sejarah hubungan AS-Pakistan yang selalu diwarnai pasang surut yang drastis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:45 WIB

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:40 WIB

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

Mia Khalifa Nangis Lebanon Dibom: AS dan Israel Negara Fasis Teroris

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:05 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×