Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah

Arief Apriadi

Jum'at, 10 April 2026 | 11:32 WIB
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
Ilustrasi gencatan senjata antara AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
baca 10 detik
  • Iran mengancam akan menghancurkan seluruh aset dan kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah jika kesepakatan gencatan senjata terbukti menemui kegagalan.
  • Teheran memberikan ultimatum kepada Washington untuk segera menyetujui perjanjian yang menguntungkan Iran beserta seluruh poros perlawanan di kawasan tersebut.
  • Jika AS dan Israel mencoba lari dari tanggung jawab, militer Iran memastikan bahwa gempuran rudal dan drone akan kembali menghujani fasilitas musuh.

Suara.com - Kesepakatan damai sementara alias gencatan senjata yang baru saja terjadi di kawasan Timur Tengah kini berada di ujung tanduk setelah Iran mencurigai potensi gagalnya perundingan dengan Amerika Serikat dan rezim zionis Israel.

Pemerintah Iran secara terang-terangan memberikan ultimatum akan kembali mengobarkan peperangan jika Amerika Serikat dan Israel tidak menunjukkan hasil yang baik selama proses perundingan berlangsung.

Ancaman ini tidak main-main karena pihak militer telah menyiapkan skenario terburuk untuk menghanguskan seluruh aset vital milik Washington yang tersebar di wilayah regional.

Peringatan tingkat tinggi ini disampaikan langsung oleh seorang sumber terpercaya di internal pemerintah Iran melalui wawancara eksklusif dengan kantor berita Tasnim.

Sumber tersebut menegaskan bahwa negaranya saat ini memang masih berkomitmen penuh untuk mematuhi segala bentuk perjanjian yang telah disepakati bersama.

Namun, ia mengingatkan bahwa komitmen tersebut dapat dicabut sewaktu-waktu karena pihak intelijen terus memantau setiap pergerakan dan kemungkinan skenario di masa depan.

“Skenario sederhananya adalah Amerika Serikat dan mitranya, mematuhi gencatan senjata dan menyetujui perjanjian yang memuaskan Iran dan perlawanan dalam jangka waktu yang wajar,” jelas sang narasumber terkait skenario damai yang ideal.

Akan tetapi, jika skenario damai tersebut gagal terwujud dalam batas waktu yang wajar, pasukan keamanan Republik Islam tersebut siap untuk langsung menarik pelatuk senjata mereka.

Pihak Teheran dengan tegas memperingatkan Washington agar tidak mencoba lari dari tanggung jawab atas berbagai tindakan brutal yang selama ini dilakukan oleh sekutunya, Israel.

baca juga

Sumber tersebut menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat sama sekali tidak memiliki celah untuk menghindari konsekuensi fatal jika gencatan senjata ini berakhir tanpa hasil yang menguntungkan poros perlawanan.

“Oleh karena itu, jika gencatan senjata sementara berakhir karena pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lain (AS dan Israel) atau karena Iran dan kelompok perlawanan tidak dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan dalam jangka waktu yang dapat diterima oleh kami, maka kepentingan AS di kawasan ini pasti akan terbakar seperti hari-hari sebelum gencatan senjata,” kata pejabat tinggi tersebut.

Pernyataan "set to fire" ini menjadi sinyal kuat bahwa pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara Teluk akan kembali menjadi sasaran utama gempuran rudal dan pesawat tak berawak.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa pihak musuh hanya memiliki satu pilihan jalan keluar yang aman untuk menyelamatkan nyawa pasukan mereka.

Satu-satunya pilihan bagi AS dan Israel adalah segera menyetujui seluruh perjanjian yang mendukung posisi Iran serta poros perlawanan.

“Jika tidak, AS dan Israel akan mendapat kecaman lagi,” tegas sumber tersebut mengingatkan konsekuensi jika perjanjian damai kembali membahas jalan buntu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 11:16 WIB

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:45 WIB

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:40 WIB

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Terkini

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

×