Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 10:45 WIB
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
Abbas Araghchi (ist)
baca 10 detik
  • Menlu Iran menyebut AS bodoh jika biarkan Netanyahu sabotase gencatan senjata demi kepentingan pribadi.

  • Netanyahu diduga sengaja melanjutkan perang di Lebanon untuk menghindari jadwal persidangan kasus korupsinya.

  • Korban jiwa di Lebanon meningkat pesat meski ada klaim AS mengenai pengurangan serangan militer.

Suara.com - Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat saat ini.

Ia menilai Washington bertindak tidak logis jika terus memberikan ruang bagi Israel untuk merusak stabilitas kawasan Timur Tengah.

Araghchi menyoroti berlanjutnya agresi militer di Lebanon yang telah merenggut nyawa ratusan penduduk sipil sejak kesepakatan damai dimulai.

Diplomat senior tersebut mengaitkan tindakan militer agresif ini dengan jadwal persidangan kasus korupsi yang menjerat Benjamin Netanyahu.

Menurut pengamatannya, kelanjutan peperangan merupakan strategi pribadi Netanyahu untuk menunda proses hukum yang dijadwalkan bergulir kembali.

“Gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya,” tulis Araghchi melalui media sosial resminya, dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan tersebut merujuk pada ketakutan sang Perdana Menteri Israel akan kehilangan kekuasaan dan perlindungan politik jika perang berakhir.

Iran menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat memegang kendali untuk menentukan arah diplomasi atau membiarkan situasi semakin memburuk.

Jika Washington memilih membiarkan diplomasi mati, Araghchi memperingatkan adanya dampak buruk bagi stabilitas ekonomi negara adidaya tersebut.

baca juga

“Jika AS ingin menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihannya. Kami pikir itu bodoh tetapi kami siap menghadapinya,” tulis Araghchi.

Menariknya, pilihan kata Araghchi ini menyerupai pernyataan sinis yang sebelumnya dilontarkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance.

Vance sempat memperingatkan pihak Teheran agar tidak merusak kesepakatan damai melalui proksinya di wilayah Lebanon.

Kini, perselisihan mengenai apakah Lebanon masuk dalam cakupan gencatan senjata atau tidak menjadi bom waktu bagi perdamaian.

Pemerintah Iran bahkan memberikan sinyal kuat akan mengambil langkah militer jika Israel tidak segera menghentikan serangannya.

Salah satu opsi yang muncul adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz sebagai respon atas tindakan sepihak militer Israel tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

Iran Ancam Hancurkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tanpa Izin

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:40 WIB

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

PBB Kutuk Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Warga Sipil, Risiko Gagalkan Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

Blokade Selat Hormuz Masuki Fase Baru Usai Mojtaba Khamenei Muncul

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×