-
Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah melampaui angka dua ribu orang.
-
Hezbollah dan warga Beirut menolak keras rencana negosiasi damai langsung dengan pihak Israel.
-
Ketegangan militer terus berlanjut di Lebanon Selatan meski ada upaya diplomasi global.
Insiden ini membuktikan bahwa perlawanan di wilayah perbatasan masih sangat kuat meskipun gempuran udara terus masif.
Di tengah dentuman meriam, isu mengenai perundingan damai justru memicu gelombang penolakan di dalam negeri.
Hezbollah secara tegas menyatakan keberatan mereka terhadap rencana dialog langsung antara Lebanon dan pihak Israel.
Kantor Presiden Joseph Aoun sebelumnya sempat mengisyaratkan adanya pertemuan trilateral di Washington minggu depan.
Namun, anggota parlemen dari Hezbollah, Hassan Fadlallah, mengecam keras langkah diplomasi yang direncanakan tersebut.
Hassan Fadlallah mengatakan "keputusan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Israel adalah pelanggaran nyata terhadap pakta nasional, konstitusi, dan hukum Lebanon."
Protes Massa di Beirut Menolak Normalisasi
Ratusan warga sipil turun ke jalanan ibu kota Beirut untuk menyuarakan protes terhadap wacana perdamaian tersebut.
Mereka berkumpul di pusat kota dengan membawa atribut perlawanan sebagai bentuk dukungan penuh bagi Hezbollah.
Ruqaya Msheik, salah satu demonstran, menegaskan bahwa rakyat Lebanon tidak akan pernah tunduk pada kepentingan zionis.
Ruqaya Msheik mengatakan protes itu adalah pesan bahwa Lebanon "tidak akan menjadi milik Israel."
Lebih lanjut, ia menyatakan "siapa pun yang menginginkan perdamaian dengan Israel bukanlah orang Lebanon," seraya menambahkan "mereka yang bersalaman dengan musuh adalah Zionis."
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga memberikan syarat yang sangat berat bagi terwujudnya kesepakatan damai.
Ia menuntut adanya pelucutan senjata total dari kelompok Hezbollah sebagai jaminan keamanan bagi negaranya.
Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa setiap perjanjian damai yang dicapai dengan Lebanon harus "bertahan selama beberapa generasi" dan juga menyerukan pelucutan senjata Hezbollah.