Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 12 April 2026 | 06:26 WIB
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
Serangan Israel ke Lebanon (Antara)
baca 10 detik
  • Korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah melampaui angka dua ribu orang.

  • Hezbollah dan warga Beirut menolak keras rencana negosiasi damai langsung dengan pihak Israel.

  • Ketegangan militer terus berlanjut di Lebanon Selatan meski ada upaya diplomasi global.

Insiden ini membuktikan bahwa perlawanan di wilayah perbatasan masih sangat kuat meskipun gempuran udara terus masif.

Di tengah dentuman meriam, isu mengenai perundingan damai justru memicu gelombang penolakan di dalam negeri.

Hezbollah secara tegas menyatakan keberatan mereka terhadap rencana dialog langsung antara Lebanon dan pihak Israel.

Kantor Presiden Joseph Aoun sebelumnya sempat mengisyaratkan adanya pertemuan trilateral di Washington minggu depan.

Namun, anggota parlemen dari Hezbollah, Hassan Fadlallah, mengecam keras langkah diplomasi yang direncanakan tersebut.

Hassan Fadlallah mengatakan "keputusan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Israel adalah pelanggaran nyata terhadap pakta nasional, konstitusi, dan hukum Lebanon."

Protes Massa di Beirut Menolak Normalisasi

Ratusan warga sipil turun ke jalanan ibu kota Beirut untuk menyuarakan protes terhadap wacana perdamaian tersebut.

Mereka berkumpul di pusat kota dengan membawa atribut perlawanan sebagai bentuk dukungan penuh bagi Hezbollah.

baca juga

Ruqaya Msheik, salah satu demonstran, menegaskan bahwa rakyat Lebanon tidak akan pernah tunduk pada kepentingan zionis.

Ruqaya Msheik mengatakan protes itu adalah pesan bahwa Lebanon "tidak akan menjadi milik Israel."

Lebih lanjut, ia menyatakan "siapa pun yang menginginkan perdamaian dengan Israel bukanlah orang Lebanon," seraya menambahkan "mereka yang bersalaman dengan musuh adalah Zionis."

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga memberikan syarat yang sangat berat bagi terwujudnya kesepakatan damai.

Ia menuntut adanya pelucutan senjata total dari kelompok Hezbollah sebagai jaminan keamanan bagi negaranya.

Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa setiap perjanjian damai yang dicapai dengan Lebanon harus "bertahan selama beberapa generasi" dan juga menyerukan pelucutan senjata Hezbollah.

Di sisi lain, ketidakpastian mengenai cakupan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perdebatan.

Washington dan Teheran berselisih pendapat apakah kesepakatan mereka juga mencakup penghentian pemboman di Lebanon.

Latar Belakang Konflik dan Dinamika Regional

Konflik terbuka ini dipicu oleh aksi saling serang di perbatasan yang dimulai sejak awal Maret 2024.

Hezbollah meluncurkan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Iran di kawasan tersebut.

Israel membalas aksi tersebut dengan operasi militer skala besar yang mencakup serangan udara dan invasi darat.

Laporan dari Islamabad menyebutkan bahwa Iran mengklaim telah mendapatkan jaminan dari AS untuk menekan agresi Israel.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan serangan tetap berlanjut meski intensitas di wilayah Beirut sedikit berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:09 WIB

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:28 WIB

Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu

Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:04 WIB

Terkini

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

×