LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB
LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran
Penyataan Komando Pusat Amerika Serikat CENTCOM (Gemni)
  • Amerika Serikat memberlakukan blokade total terhadap seluruh pelabuhan Iran mulai Senin siang ini.

  • Harga minyak dunia melonjak hingga delapan persen akibat ancaman penutupan akses maritim tersebut.

  • Iran mengancam akan membalas keras setiap kapal militer yang melanggar batas gencatan senjata.

Suara.com - Kegagalan perundingan damai di Islamabad memicu langkah drastis Amerika Serikat menutup seluruh akses pelabuhan Iran.

Dikutip dari dokumen resmi CENTCOM, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM secara resmi mengumumkan pemutusan arus lalu lintas maritim tersebut.

Langkah ini diambil setelah negosiasi panjang di Pakistan berakhir buntu tanpa membuahkan kesepakatan diplomatik apa pun.

Kapal Pertamina Pride tertahan di Selat Hormuz (Pertamina.com)
Kapal Pertamina Pride tertahan di Selat Hormuz (Pertamina.com)

Pengetatan ini berlaku bagi semua jenis kapal dari berbagai negara yang menuju atau keluar Iran.

Blokade maritim ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Senin pukul 10.00 waktu setempat atau 14.00 GMT.

Meskipun pelabuhan Iran dikunci rapat, militer Amerika Serikat memberikan pengecualian khusus untuk wilayah Selat Hormuz.

Kapal yang melintas menuju pelabuhan non-Iran tetap diberikan izin navigasi secara bebas oleh pihak keamanan AS.

“Pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang transit di Selat Hormuz ke dan dari pelabuhan non-Iran,” ungkap CENTCOM.

Kebijakan ini terlihat sedikit melunak dibandingkan ancaman awal Presiden Donald Trump yang ingin menutup total selat tersebut.

Perbedaan pernyataan antara Gedung Putih dan CENTCOM menciptakan keraguan publik mengenai detail teknis di lapangan.

Reaksi pasar terhadap pengumuman blokade militer ini langsung memicu guncangan hebat pada sektor ekonomi energi dunia.

Harga minyak mentah Amerika Serikat segera meroket sebesar 8 persen hingga menyentuh angka 104,24 dolar per barel.

Minyak mentah standar internasional jenis Brent juga mengalami kenaikan 7 persen menjadi 102,29 dolar per barel.

Ketidakpastian pasokan dari kawasan Teluk menjadi alasan utama para spekulan pasar menaikkan harga secara signifikan.

“Ada banyak pertanyaan di sini,” kata Heidi Zhou-Castro dari Al Jazeera yang melaporkan langsung dari Washington, DC.

Pihak Teheran melalui Korps Garda Revolusi Islam memberikan peringatan keras terhadap pergerakan militer Amerika Serikat di perairan.

Mereka menegaskan bahwa setiap kapal militer yang berupaya mendekat dianggap telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang ada.

Gencatan senjata antara kedua belah pihak seharusnya masih tetap berlaku secara formal hingga tanggal 22 April mendatang.

Pihak Iran menyatakan bahwa setiap tindakan provokasi maritim akan mendapatkan balasan yang sangat keras dari angkatan bersenjata.

“Setiap kapal militer yang mendekat akan melanggar gencatan senjata AS-Iran dan akan ditangani dengan keras,” tegas pernyataan resmi mereka.

Krisis ini berakar pada macetnya komunikasi diplomatik di Islamabad yang seharusnya bisa mengakhiri ketegangan bersenjata antar negara.

Menteri Luar Negeri Iran menuduh pihak perunding Amerika Serikat sengaja mengubah poin-poin kesepakatan di saat terakhir.

Padahal menurut pihak Iran, sebuah nota kesepahaman sebenarnya sudah sangat dekat untuk ditandatangani oleh kedua pihak.

“Negosiator AS menggeser 'tiang gawang' dan menghalangi upaya ketika nota kesepahaman tinggal beberapa inci lagi,” ujar Abbas Araghchi.

Kondisi ini membuat harapan akan perdamaian di kawasan Timur Tengah kembali sirna dalam waktu singkat.

Pakar dari Universitas Teheran menilai Amerika Serikat tidak memiliki posisi kuat untuk mendikte aturan navigasi di wilayah tersebut.

Iran mengklaim telah siap secara mental dan sumber daya apabila harus menghadapi konflik bersenjata dalam jangka panjang.

Strategi yang digunakan Amerika Serikat dianggap tidak akan efektif dalam mengendalikan situasi nyata di medan pertempuran Teluk.

“AS tidak berada dalam posisi untuk mendikte orang Iran bagaimana harus berperilaku, atau untuk memilih kapal mana yang boleh lewat,” kata Zohreh Kharazmi.

Ia menambahkan, “Jika blokade ini menjadi kontes antara ketahanan Republik Islam dan ketahanan pasar global, tidak akan butuh waktu lama untuk melihat siapa yang kalah.”

Konflik terbuka antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini telah meletus sejak tanggal 28 Februari yang lalu.

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena menguasai hampir seperlima dari distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Ketegangan di jalur air ini menyebabkan aktivitas pengiriman komoditas energi global melambat dan hampir mengalami kelumpuhan total.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

News | Senin, 13 April 2026 | 09:39 WIB

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:31 WIB

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

News | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

News | Senin, 13 April 2026 | 09:39 WIB

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

News | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 08:51 WIB

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

News | Senin, 13 April 2026 | 08:48 WIB

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

News | Senin, 13 April 2026 | 08:23 WIB

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 07:44 WIB

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

News | Senin, 13 April 2026 | 06:52 WIB