- Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil melintasi Selat Hormuz melalui jalur alternatif selama masa gencatan senjata berlangsung.
- Kapal-kapal tersebut membawa pasokan minyak mentah dari berbagai negara produsen menuju pelabuhan tujuan di Asia.
- Amerika Serikat dan Iran terlibat klaim berbeda terkait operasi militer serta kontrol keamanan di Selat Hormuz.
Suara.com - Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Ketiga kapal tersebut adalah Serifos, Cospearl Lake, dan He Rong Hai, yang masing-masing mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak.
Ketiga kapal tersebut melintasi jalur alternatif lintasan uji coba di kawasan Selat Hormuz, yang menghindari Pulau Larak, wilayah sensitif yang diawasi Iran.
Dilansir dari Aljazeera, Kapal Serifos, yang disewa perusahaan energi Thailand PTT, diketahui membawa minyak mentah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Kapal ini diperkirakan tiba di Pelabuhan Malaka, Malaysia, pada 21 April mendatang.
Sementara itu, Cospearl Lake yang mengangkut minyak Irak dijadwalkan tiba di Zhoushan, China, pada 1 Mei.
![Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/40161-3-supertanker-lewat-selat-hormuz.jpg)
Adapun tujuan akhir He Rong Hai masih belum diketahui, meski kapal tersebut membawa minyak dari Arab Saudi.
Selain ketiga kapal tersebut, tanker lain seperti Ocean Thunder juga telah melintasi Hormuz pekan lalu.
Kapal itu membawa minyak Irak dan dioperasikan oleh anak usaha perusahaan energi Malaysia, Petronas.
Di sisi lain, sejumlah kapal kosong mulai memasuki Selat Hormuz untuk memuat minyak.
Di antaranya Mombasa B, Agios Fanourios I, dan Shalamar, yang bersiap mengambil pasokan dari Irak dan negara produsen lainnya.
Meski demikian, ratusan kapal tanker masih tertahan di kawasan Teluk, menunggu kesempatan keluar selama masa gencatan senjata yang berlangsung dua pekan.
Sementara itu, Amerika Serikat mengklaim dua kapal perangnya telah melintasi Selat Hormuz dalam misi pembersihan ranjau laut.
Namun, Iran langsung membantah pernyataan tersebut dan menegaskan kendali penuh atas jalur strategis itu tetap berada di tangan mereka.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut dua kapal perusak, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, berhasil beroperasi di kawasan tersebut.