Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz

Irwan Febri

Senin, 13 April 2026 | 10:11 WIB
Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
Fakta Selat Hormuz, Senjata Strategis Iran yang Bikin Amerika Ketar-ketir. [Instagram]
baca 10 detik
  • Lebih dari 60 persen kapal cepat Garda Revolusi Iran tetap siaga tempur di Selat Hormuz meski telah diserang.
  • Strategi asimetris Iran dengan kapal lincah dan fasilitas bawah tanah terbukti efektif mengganggu jalur pelayaran energi global.
  • Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade laut untuk menghalau kapal Iran dan mengamankan kembali jalur distribusi minyak.

Suara.com - Lebih dari 60 persen kapal serangan cepat milik Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan masih dalam siaga tempur meski telah digempur oleh serangan udara AS dan Israel selama enam pekan.

Menurut laporan NY Post, meski lebih dari 155 kapal militer Iran disebut telah dihancurkan, kapal-kapal cepat IRGC dalam siaga tempur di selat Hormuz, seiring perundingan damai yang berakhir tanpa kesepakatan.

Analis militer menyebut keunggulan utama armada IRGC terletak pada ukuran kecil dan kecepatan tinggi.

Kapal-kapal ini sulit terdeteksi satelit dan dapat bersembunyi di fasilitas bawah tanah di sepanjang pesisir berbatu.

“Membutuhkan waktu lama bagi AS untuk menyingkirkan semua armada itu,” kata mantan pejabat Angkatan Laut Inggris di Teluk Persia, Chris Long kepada NY Post, Senin (13/4).

Strategi ini merupakan hasil evaluasi Iran sejak konflik Tanker War pada 1980-an, ketika sebagian besar armada mereka dihancurkan dalam waktu singkat.

Sejak saat itu, Iran beralih ke strategi asimetris dengan mengandalkan kapal cepat bersenjata ringan namun lincah.

Dalam beberapa latihan militer terakhir, kapal-kapal tersebut diperlihatkan dilengkapi peluncur roket dan kemampuan menebar ranjau laut.

Kemampuan ini dinilai efektif dalam mengganggu jalur pelayaran dan memperlambat pergerakan kapal dagang.

baca juga

Data terbaru menunjukkan sedikitnya 50 serangan telah dilancarkan terhadap kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz sejak konflik pecah.

Dampaknya, distribusi energi global terganggu dan harga minyak mengalami lonjakan signifikan.

“Strategi asimetris mereka bekerja,” ujar David Des Roches, mantan pejabat kebijakan Teluk Persia di Departemen Pertahanan AS.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya bersama sekutu akan mengerahkan kapal penyapu ranjau dan kapal perusak untuk membuka kembali jalur pelayaran.

Langkah ini ditujukan untuk membebaskan lebih dari 2.000 kapal yang saat ini tertahan di kawasan tersebut.

Donald Trump juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk segera memblokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

News | Senin, 13 April 2026 | 10:08 WIB

Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat

Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat

News | Senin, 13 April 2026 | 10:04 WIB

3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?

3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?

News | Senin, 13 April 2026 | 10:01 WIB

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

News | Senin, 13 April 2026 | 09:39 WIB

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:31 WIB

Terkini

Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga

Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 17:16 WIB

5 Rekomendasi Minyak Rosemary Perawatan Rambut Rontok

5 Rekomendasi Minyak Rosemary Perawatan Rambut Rontok

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 17:16 WIB

Jakmania Padati GBK: Antusiasme Tinggi, Suporter Komitmen Jaga Jakarta di Laga Kontra Persib

Jakmania Padati GBK: Antusiasme Tinggi, Suporter Komitmen Jaga Jakarta di Laga Kontra Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 17:12 WIB

Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara

Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 17:08 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil: Ini Berat!

Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil: Ini Berat!

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 17:05 WIB

Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh

Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 17:00 WIB

Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!

Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!

Surakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 16:57 WIB

Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat

Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat

Jogja | Sabtu, 12 September 2026 | 16:46 WIB

Gunakan AI untuk Cari Kejanggalan! Eks Konsultan Nadiem Lawan Vonis 5 Tahun Lewat Kasasi

Gunakan AI untuk Cari Kejanggalan! Eks Konsultan Nadiem Lawan Vonis 5 Tahun Lewat Kasasi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:35 WIB

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:30 WIB

×