Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
Ilustrasi demo (Unsplash/FajarGrinanda)
  • Lembaga Survei Indonesia melaporkan 73,9 persen masyarakat meyakini Indonesia masih tegak berdiri sebagai negara demokratis pada April 2026.
  • Sebanyak 69,8 persen responden menyatakan kepuasan terhadap implementasi demokrasi dan kebebasan hak sipil yang berjalan di Indonesia.
  • Survei nasional yang melibatkan 2.020 responden ini dilaksanakan pada 4 hingga 12 Maret 2026 dengan margin of error.

Suara.com - Di tengah dinamika politik nasional, mayoritas masyarakat Indonesia nyatanya masih menaruh kepercayaan penuh terhadap sistem demokrasi di Tanah Air.

Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap fakta menarik: sebanyak 73,9 persen responden meyakini Indonesia masih tegak berdiri sebagai negara demokratis.

Temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa legitimasi sistem demokrasi di mata publik masih sangat kokoh. Masyarakat menilai mekanisme fundamental seperti pemilu, kebebasan berpendapat, hingga proses pergantian kekuasaan tetap berjalan pada koridornya.

“73,9 persen menyatakan Indonesia demokratis,” ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, saat merilis hasil survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik terhadap Pancasila” di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Rapor Hijau Tingkat Kepuasan

Djayadi merinci bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari persepsi publik yang beragam. Sebanyak 12,3 persen responden menilai kondisi Indonesia saat ini "sangat demokratis", sementara mayoritas sebesar 61,6 persen menganggapnya "cukup demokratis".

Tak hanya soal status negara, tingkat kepuasan publik terhadap implementasi demokrasi juga menunjukkan tren positif. Secara total, hampir 70 persen responden mengaku puas dengan cara demokrasi dijalankan di Indonesia.

“69,8 persen menyatakan puas terhadap jalannya demokrasi di Indonesia,” tulis LSI dalam paparan resminya.

Secara detail, kepuasan tersebut terdiri dari 9,5 persen responden yang merasa "sangat puas" dan 60,3 persen "cukup puas". Di sisi lain, terdapat 25,2 persen responden yang menyatakan kurang puas, 2,2 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya 2,8 persen memilih tidak menjawab.

Salah satu poin paling impresif dalam survei ini adalah tingginya angka kepuasan terhadap kebebasan menjalankan agama, yang menyentuh angka 92 persen (33 persen sangat puas dan 59 persen cukup puas).

Selain itu, hak-hak sipil lainnya juga mendapatkan apresiasi tinggi dari publik:

  • Kebebasan Berkumpul/Berserikat: 83 persen puas.
  • Kebebasan Berpendapat: 75 persen puas.
  • Kebebasan Pers & Media Sosial: 75 persen puas.
  • Kritik Pemerintah: Hampir 70 persen publik merasa puas menyuarakan kritik.
  • Perlindungan Hukum: 70 persen responden puas terhadap jaminan perlindungan dan kesetaraan di depan hukum.

Metodologi Survei

Survei nasional LSI ini digelar pada medio 4–12 Maret 2026. Populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih (usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah).

LSI melibatkan 2.020 responden yang dipilih secara acak melalui metode multistage random sampling. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini memiliki margin of error yang cukup kecil, yakni di angka ±2,2 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm 84 Persen: Penolakan Gen Z Pilkada Lewat DPRD dan Bahaya Krisis Legitimasi

Alarm 84 Persen: Penolakan Gen Z Pilkada Lewat DPRD dan Bahaya Krisis Legitimasi

Opini | Jum'at, 09 Januari 2026 | 07:55 WIB

Bicara Perbaikan Demokrasi, Prabowo Singgung Pilkada Negara Tetangga: Gubernur-Bupati Dipilih DPRD

Bicara Perbaikan Demokrasi, Prabowo Singgung Pilkada Negara Tetangga: Gubernur-Bupati Dipilih DPRD

News | Kamis, 12 Desember 2024 | 22:20 WIB

Pemungutan Suara Pilkada Jakarta Tinggal 1 Bulan Lagi, 40 Persen Warga Belum Tentukan Pilihan

Pemungutan Suara Pilkada Jakarta Tinggal 1 Bulan Lagi, 40 Persen Warga Belum Tentukan Pilihan

Kotak Suara | Rabu, 23 Oktober 2024 | 14:20 WIB

Jubir Sumringah Kesempatan Anies Jadi Cagub Kembali Terbuka, Pilkada Jakarta Disebut Bakal Kompetitif

Jubir Sumringah Kesempatan Anies Jadi Cagub Kembali Terbuka, Pilkada Jakarta Disebut Bakal Kompetitif

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 17:02 WIB

Terkini

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:39 WIB

Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut

Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut

News | Senin, 13 April 2026 | 15:29 WIB

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

News | Senin, 13 April 2026 | 15:28 WIB

Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

News | Senin, 13 April 2026 | 15:24 WIB

11 Ribu Warga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos 2026, Ini Penjelasan Kemensos

11 Ribu Warga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos 2026, Ini Penjelasan Kemensos

News | Senin, 13 April 2026 | 15:17 WIB

Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa

Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa

News | Senin, 13 April 2026 | 15:02 WIB

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat

News | Senin, 13 April 2026 | 14:50 WIB

Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit

Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit

News | Senin, 13 April 2026 | 14:48 WIB

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:31 WIB