- Pelaku berinisial SF membunuh sepupunya dan melukai istrinya di Biringkanaya, Makassar, pada Minggu malam, 12 April 2026.
- Tindakan kriminal tersebut dipicu oleh kemarahan pelaku saat permintaannya untuk uang judi online ditolak oleh sang istri.
- Kepolisian berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan setelah korban RF meninggal dunia akibat luka parah di lehernya.
Suara.com - Polisi meringkus SF (40), pria yang tega membunuh sepupunya, RF (45), dan melukai istrinya, MR (40), menggunakan parang di Kelurahan Bulurokeng, Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan.
Aksi brutal yang terjadi pada Minggu (12/4/2026) malam ini dipicu kekesalan pelaku karena tidak diberi uang untuk bermain judi online alias judol.
Kapolsek Biringkanaya AKP Andik Wahyu Cahyono menjelaskan bahwa pelaku dalam kondisi mabuk sempat cekcok dengan istrinya saat meminta uang untuk mengisi saldo atau deposit judi.
Lalu, karena ditolak, pelaku gelap mata dan menebas punggung istrinya.
"Motifnya, pulang minum, mabuk dan minta uang ke istrinya tapi tidak dikasih," ujar Andik kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Insiden semakin fatal ketika RF datang berusaha melerai dan meminta pelaku menyimpan parangnya. Pelaku justru menantang korban untuk tidak ikut campur dalam urusan rumah tangganya.
"SF menolak dan bilang 'tidak usah ikut campur (urusan keluarganya), nanti saya parangi juga kau'. RF bilang parangi kalau mau, spontan pelaku memarangi leher korban hingga terjatuh," jelas Andik merujuk keterangan saksi.
Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri . Sementara para korban dibawa ke RS Umum Sayang Rakyat.
RF kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di bagian leher. Sedangkan istri pelaku hingga kekinian masih menjalani perawatan intensif.
Andik menyebut SF telah ditangkap tim Reskrim Polsek Biringkanaya bersama Unit Jatanras Polrestabes Makassar di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan.
Ia juga mengakui seluruh perbuatannya itu dilakukan di bawah pengaruh alkohol.
"Pemicunya itu karena pelaku ini habis mengkonsumsi miras, kemudian kembali ke rumah. Terjadi cekcok dengan istrinya, diduga minta uang main judol," pungkas Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Hamka. (Antara)