- Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam untuk melanjutkan rangkaian diplomasi strategis usai kunjungan dari Moskow.
- Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral pada berbagai sektor prioritas.
- Pertemuan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis kedua negara sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Paris, Prancis, pada Senin malam pukul 23.50 waktu setempat (04.50 WIB), setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia.
Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin.
Dari Moskow, Presiden Prabowo langsung bertolak menuju Paris dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam, dan tiba menjelang tengah malam waktu setempat.
Selama berada di Paris, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée.
Pertemuan tersebut akan membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor prioritas.
Indonesia dan Prancis selama ini telah menjalin kerja sama erat di berbagai bidang, antara lain pertahanan, termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan; energi dan transisi energi, khususnya pengembangan energi baru terbarukan; serta infrastruktur dan transportasi.
Selain itu, kerja sama juga mencakup bidang pendidikan dan riset, ekonomi kreatif, serta penanganan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Prancis juga menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa dalam mendorong investasi dan perdagangan.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis kedua negara, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang lebih konkret dan saling menguntungkan.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia.