Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump

Bernadette Sariyem

Selasa, 14 April 2026 | 11:17 WIB
Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump diminta Kongres AS untuk memeriksa kesehatan jiwanya. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Anggota Komite Kehakiman DPR AS, Jamie Raskin, menuntut dokter kepresidenan segera melakukan evaluasi kesehatan mental terhadap Donald Trump.
  • Tuntutan ini muncul pada 14 April 2026 akibat retorika kontroversial Trump terkait ketegangan diplomatik dengan negara Iran.
  • Langkah tersebut merupakan strategi Partai Demokrat untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 guna mencopot Trump dari jabatannya.

Suara.com - Komite Kehakiman DPR AS, atau House Judiciary Comitte, menuntut agar dokter kepresidenan memeriksa kesehatan mental Donald Trump.

Jamie Raskin, anggota senior dari Partai Demokrat di Komite Kehakiman DPR AS, secara resmi meminta Trump menjalani evaluasi neuropsikologis atau tes kognitif menyeluruh.

Dikutip dari Axios, Selasa (14/4/2026), desakan ini muncul sebagai reaksi langsung atas pernyataan kontroversial Trump baru-baru ini mengenai ketegangan dengan Iran.

Langkah Raskin ini bukan sekadar permintaan medis biasa. Ini dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih besar Partai Demokrat, untuk membangun dasar hukum guna mengaktifkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS.

Amandemen ini memungkinkan pencopotan seorang presiden yang dianggap "tidak mampu menjalankan kekuasaan dan tugas jabatannya."

Retorika Iran yang Memicu Kekhawatiran

Pemicu utama dari tuntutan Raskin adalah, serangkaian pernyataan Trump yang dianggap melampaui batas kewajaran diplomatik.

Dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada dokter Gedung Putih Sean Barbabella, Raskin menyoroti tuntutan Trump untuk "buka selat itu sialan", serta ancamannya untuk memusnahkan "seluruh peradaban" Iran.

Menurut Raskin, gaya bahasa dan ancaman yang dikeluarkan oleh Trump tersebut **"di luar lingkup politik yang normal".

baca juga

Ia berargumen, perilaku presiden saat ini menunjukkan penurunan kondisi mental yang signifikan dan memerlukan perhatian medis segera.

Raskin menuliskan dalam suratnya,  "kita tidak bisa menyangkal dia tengah memasuki kondisi medis yang mengkhawatirkan," mengisyaratkan bahwa situasi ini telah mencapai titik krisis.

Desakan Transparansi Medis

Raskin tidak hanya meminta skrining kognitif formal, tetapi juga menuntut laporan mendalam mengenai kesehatan fisik dan mental Trump secara total.

Hal ini mencakup permintaan informasi mengenai daftar "semua obat yang saat ini ia konsumsi dan efek samping terhadap pikirannya."

Lebih jauh lagi, politisi asal Maryland tersebut meminta agar Barbabella bersedia memberikan keterangan secara langsung.

Ia ingin dokter kepresidenan tersebut "bersedia memberikan keterangan, di bawah sumpah, kepada anggota komite mengenai hasil penilaian ini."

Reaksi Keras dari Gedung Putih

Gedung Putih tidak tinggal diam menanggapi serangan tersebut. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, memberikan tanggapan pedas yang meremehkan intelektualitas Raskin

Dalam pernyataan kepada Axios, Ingle mengatakan, "Jamie Raskin yang bertubuh kurus adalah gambaran orang pintar menurut orang bodoh."

Pihak kepresidenan justru menyerang balik, membandingkan kondisi Trump dengan Joe Biden selama masa jabatannya.

"Ketajaman, energi yang tak tertandingi, dan aksesibilitas historis Presiden Trump sangat kontras dengan apa yang kita lihat selama empat tahun terakhir, ketika Demokrat seperti Raskin sengaja menutupi penurunan mental dan fisik Joe Biden secara serius dari rakyat Amerika."

Strategi Amandemen ke-25

Surat yang dikirimkan oleh Raskin ini, muncul tepat sebelum ia memberikan pengarahan kepada rekan-rekan sesama anggota Demokrat di DPR mengenai mekanisme Amandemen ke-25.

Raskin telah lama berpendapat, badan legislatif memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan berdasarkan amandemen tersebut.

Pada aturan itu, terdapat kalimat "badan lain yang dapat ditetapkan oleh Kongres melalui undang-undang" guna menyatakan seorang presiden tidak fit untuk menjabat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:58 WIB

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:46 WIB

Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah

Polling, Warga Israel Mulai Capek Sama Perang: Putus Asa Bingung, dan Marah

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:26 WIB

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:33 WIB

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

×