Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 12:26 WIB
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
Sentimen ketidakpuasan ini muncul setelah serangkaian serangan udara gagal melumpuhkan aset strategis lawan secara signifikan bagi keamanan domestik. (BBC)
  • Warga Israel merasa putus asa karena tujuan perang menghancurkan nuklir Iran belum tercapai sepenuhnya.

  • Data menunjukkan mayoritas warga Yahudi mendukung perang, sedangkan warga Arab memilih gencatan senjata.

  • Elektabilitas Benjamin Netanyahu terancam merosot akibat ketidakpuasan publik terhadap hasil akhir operasi militer.

"Anda harus datang ke meja perundingan dengan kekuatan sebesar mungkin," ujarnya merujuk pada perlunya tekanan militer yang lebih konsisten.

Data jajak pendapat mengungkap perbedaan kontras antara warga Yahudi dan minoritas Arab di Israel dalam memandang kelanjutan konfrontasi bersenjata.

Sekitar 93 persen warga Yahudi mendukung agresi terhadap Iran, sementara hanya 26 persen warga Arab yang memberikan dukungan serupa.

Kelompok minoritas Arab cenderung menginginkan penghentian kekerasan secepat mungkin guna menghindari jatuhnya korban sipil yang lebih besar di kawasan.

Perpecahan opini ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas sosial domestik Israel yang kini sedang bersiap menghadapi kontestasi politik elektoral.

"Saya pikir mayoritas warga Israel tidak ingin pertempuran Lebanon berakhir kecuali Hizbullah menyerahkan senjata mereka," tambah Zvi menekankan pengecualian terhadap Lebanon.

Ancaman di Perbatasan Utara

Israel tetap bersikeras bahwa konflik dengan Hizbullah di perbatasan utara adalah entitas pertempuran yang berbeda dari kesepakatan dengan Iran.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan angka kematian warga sipil yang mengerikan akibat eskalasi serangan udara dalam beberapa waktu terakhir.

Lebih dari 350 nyawa melayang dalam operasi udara tersebut, dengan sepertiga di antaranya merupakan kelompok rentan wanita dan anak-anak.

Di sisi lain, otoritas keamanan Israel melaporkan kehilangan belasan tentara serta warga sipil akibat serangan balasan dari wilayah Lebanon.

Meskipun dialog tingkat duta besar mulai dijajaki di Washington, banyak pengamat meragukan akan adanya terobosan perdamaian dalam waktu dekat.

Konflik ini berakar dari ambisi Israel untuk menghentikan program nuklir Iran dan memutus jalur pasokan senjata bagi kelompok milisi Hizbullah.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika serangan rudal Iran berhasil menembus barikade pertahanan dan menghantam kawasan pemukiman padat penduduk di Tel Aviv.

Perang ini juga menjadi ujian kepemimpinan bagi Benjamin Netanyahu yang posisinya kini mulai terancam oleh meningkatnya popularitas pesaing politik, Naftali Bennett.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:58 WIB

Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:21 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO

Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:12 WIB

KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar

KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:12 WIB

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:58 WIB

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB

Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?

Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB

Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin

Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:53 WIB

Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik

Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:44 WIB

Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus

Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:40 WIB