Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar

Galih Prasetyo

Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB
Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar
Pemerintah Kolombia resmi menyetujui rencana untuk menyuntik mati puluhan kuda nil liar yang merupakan keturunan koleksi pribadi gembong narkoba Pablo Escobar pada era 1980-an. [Istimewa]
  • Pemerintah Kolombia akan menyuntik mati 80 ekor kuda nil liar keturunan milik gembong narkoba Pablo Escobar di wilayah tengah.
  • Keputusan diambil karena populasi kuda nil yang berkembang biak menjadi spesies invasif dianggap mengancam ekosistem serta keselamatan warga setempat.
  • Program pengendalian populasi ini menelan anggaran 1,98 juta dolar AS setelah metode sterilisasi dinilai gagal dan memakan biaya besar.

Suara.com - Pemerintah Kolombia resmi menyetujui rencana untuk menyuntik mati puluhan kuda nil liar yang berkembang biak di wilayah tengah negara itu.

Diketahui puluhan kuda nil itu merupakan keturunan koleksi pribadi gembong narkoba Pablo Escobar pada era 1980-an.

Menteri Lingkungan Kolombia, Irene Vélez, menyebut hingga 80 ekor kuda nil akan terdampak kebijakan ini.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya terakhir setelah metode pengendalian populasi seperti sterilisasi dinilai gagal dan memakan biaya besar.

“Jika kita tidak melakukan ini, kita tidak akan mampu mengendalikan populasi mereka,” ujar Vélez dilansir dari NY Post.

“Kita harus mengambil tindakan ini demi menjaga ekosistem.”

Ilustrasi foto Pablo Escobar [shutterstock]
Ilustrasi foto Pablo Escobar [shutterstock]

Program ini memakan anggaran sekitar 1,98 juta dolar AS atau setara Rp30,69 miliar dan juga mencakup langkah lain seperti penahanan serta relokasi.

Namun, pemerintah menilai jumlah populasi yang terus meningkat membuat pendekatan tersebut tidak lagi efektif.

Kuda nil tersebut merupakan keturunan dari empat ekor yang didatangkan Escobar ke kebun binatang pribadinya di Hacienda Nápoles.

Setelah kematian Escobar, hewan-hewan itu berkembang biak liar dan kini menyebar hingga puluhan kilometer dari lokasi awal.

Studi Universitas Nasional Kolombia mencatat sekitar 170 kuda nil hidup bebas pada 2022.

Kuda nil kini dianggap sebagai spesies invasif yang mengancam keseimbangan lingkungan dan keselamatan warga di sekitar sungai serta lahan pertanian.

Otoritas lingkungan memperingatkan bahwa kuda nil bersaing dengan satwa lokal seperti manatee untuk mendapatkan makanan dan ruang hidup.

Selain itu, keberadaan kuda nil juga meningkatkan risiko konflik dengan manusia.

Di sisi lain, keberadaan kuda nil milik Escobar ini justru menjadi daya tarik wisata di kawasan bekas peternakan milik gembong narkoba itu yang kini diubah menjadi taman hiburan.

Lokasi tersebut ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat langsung hewan unik tersebut.

Rencana pemusnahan ini menuai kritik keras dari aktivis hak hewan. Senator Andrea Padilla menyebut kebijakan tersebut sebagai keputusan kejam.

“Pembunuhan dan pembantaian tidak akan pernah bisa diterima. Mereka adalah makhluk sehat yang menjadi korban kelalaian pemerintah,” tulis Padilla di akun media sosial miliknya.

Pablo Escobar merupakan salah satu tokoh kriminal paling terkenal dalam sejarah dunia, dikenal sebagai raja narkoba asal Kolombia yang memimpin Kartel Medellín pada era 1970–1990-an.

Escobar memimpin Medellín Cartel, organisasi penyelundupan kokain terbesar di dunia.

Pada puncaknya, kartelnya menguasai sekitar 80% pasokan kokain global, terutama ke Amerika Serikat.

Escobar pernah masuk daftar orang terkaya dunia versi Forbes, dengan kekayaan diperkirakan mencapai miliaran dolar.

Escobar dikenal membangun rumah mewah, kebun binatang pribadi, hingga fasilitas umum untuk masyarakat miskin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB

Siapa Amaranta Hank? Eks Artis  'Adult Film' Internasional yang Guncang Pemilu

Siapa Amaranta Hank? Eks Artis 'Adult Film' Internasional yang Guncang Pemilu

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:24 WIB

Ruang Tunggu Hana

Ruang Tunggu Hana

Your Say | Kamis, 29 Januari 2026 | 15:00 WIB

Asal-usul Gembong Narkoba Dewi Astutik: Dari Penipu Online Hingga Bertemu Godfather Nigeria

Asal-usul Gembong Narkoba Dewi Astutik: Dari Penipu Online Hingga Bertemu Godfather Nigeria

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 10:41 WIB

Giliran Pelatih dari Kolombia Disebut Calon Pelatih Timnas Indonesia, Punya Mazhab Seperti STY

Giliran Pelatih dari Kolombia Disebut Calon Pelatih Timnas Indonesia, Punya Mazhab Seperti STY

Bola | Minggu, 09 November 2025 | 14:57 WIB

Akui Sulit Tangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama, Bareskrim: Dikejar Lari-lari!

Akui Sulit Tangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama, Bareskrim: Dikejar Lari-lari!

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 23:04 WIB

Terkini

BBM Naik, Pramono Optimistis Warga Jakarta Bakal Beralih ke Transportasi Umum

BBM Naik, Pramono Optimistis Warga Jakarta Bakal Beralih ke Transportasi Umum

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:42 WIB

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:31 WIB

Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut

Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:26 WIB

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:16 WIB

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB