- Pemerintah Iran mengecam aksi provokasi Menteri Israel Itamar Ben-Gvir yang memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa, 15 April.
- Tindakan tersebut dianggap sebagai upaya sistematis Israel dalam mengubah identitas sejarah dan status quo Masjid Al-Aqsa.
- Iran mendesak negara Muslim serta OKI untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan pelanggaran hukum di kawasan.
Dalam pernyataannya, aksi Ben-Gvir disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap status hukum dan sejarah Masjid Al-Aqsa.
Ini merupakan kali ketiga Ben-Gvir melakukan aksi serupa sepanjang tahun 2026, dan sedikitnya ke-16 sejak menjabat pada 2022.
Ben-Gvir dikenal sebagai tokoh garis keras yang mendorong perubahan status kawasan, termasuk rencana membangun sinagoge di lokasi tersebut.
“Hari ini saya merasa seperti pemilik di sini,” ujar Ben-Gvir dalam video yang dirilis kantornya.