Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
Selat Hormuz (Freepic)
  • Amerika Serikat mengerahkan 10.000 tentara dan belasan kapal perang untuk memblokade ekspor energi Iran.

  • Enam kapal dagang dipaksa putar balik di Teluk Oman karena melanggar batas waktu blokade.

  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengancam 20 persen pasokan minyak dan gas dunia saat ini.

Suara.com - Langkah tegas diambil militer Amerika Serikat dengan memblokade jalur keluar masuk logistik Iran demi memutus rantai distribusi dari negara tersebut.

Strategi ini menjadi babak baru dalam upaya pemerintahan Trump merespons tindakan Teheran yang sebelumnya menutup akses vital di Selat Hormuz.

Dikutip dari Washington Post, operasi ini menunjukkan keseriusan Washington dalam mengendalikan lalu lintas komoditas energi yang saat ini tengah mengalami guncangan hebat.

Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]
Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]

Kehadiran kekuatan laut tersebut berfungsi sebagai penghalang fisik bagi setiap kapal yang mencoba melanggar ketentuan batas waktu terbaru.

Intervensi langsung di perairan internasional ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan diplomasi antara kedua negara yang berseteru.

Komando Pusat Amerika Serikat mengerahkan sedikitnya sepuluh ribu personel militer untuk mengamankan zona laut tersebut.

Lebih dari dua belas kapal perang canggih kini bersiaga di kawasan Teluk Oman serta Laut Arab yang strategis.

Armada tempur tersebut didukung penuh oleh koordinasi jet tempur dan pesawat tanpa awak untuk pengawasan udara secara intensif.

Teknologi surveilans dikerahkan guna memastikan tidak ada satu pun kapal dagang yang lolos dari pantauan radar militer.

Kekuatan besar ini diklaim sebagai jaring pengaman untuk menjaga stabilitas navigasi di tengah situasi perang yang tidak menentu.

Taktik Lockdown Tanpa Kontak Senjata

Dua pejabat tinggi Amerika Serikat menjelaskan bahwa kapal perang mereka sengaja tidak mendekat ke pelabuhan domestik milik Iran.

Posisi kapal perang dipilih pada titik yang lebih aman untuk menghindari risiko ranjau yang disebar di Selat Hormuz.

Militer menunggu waktu yang tepat saat kapal-kapal tersebut telah keluar dari celah sempit sebelum melakukan pencegatan.

Strategi ini dirancang untuk meminimalkan kerugian personel akibat kerentanan serangan di jalur laut yang dangkal dan sempit.

“Jaring kami adalah Teluk Oman,” kata salah satu pejabat tersebut yang menjelaskan mekanisme operasi pencegatan di lapangan.

Pejabat tersebut menambahkan mengenai kendali penuh militer Amerika Serikat atas satu-satunya akses keluar masuk wilayah perairan tersebut.

“Hanya ada satu jalan masuk dan satu jalan keluar,” kata pejabat tersebut yang memberikan gambaran detail mengenai lokasi blokade.

Ia menegaskan mengenai keberhasilan otoritas keamanan dalam menutup total celah bagi pergerakan logistik pihak lawan.

“Kami telah mengunci semuanya,” kata pejabat tersebut terkait keberhasilan unit tempur dalam mengontrol lalu lintas komoditas di sana.

Hingga saat ini, proses pengusiran enam kapal tanker tersebut dilaporkan berlangsung kondusif tanpa perlu adanya peningkatan eskalasi militer.

Aturan Ketat Batas Waktu Pelayaran

Kebijakan blokade ini hanya menyasar kapal-kapal yang masih berada di dermaga Iran setelah melewati tenggat waktu yang ditentukan.

Batas waktu krusial yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat jatuh pada hari Senin pukul 10 pagi waktu setempat.

Laporan media lokal sempat menyebutkan adanya kapal yang berhasil melintas, namun data pelacakan menunjukkan mereka berangkat lebih awal.

Meskipun melakukan pencegatan, kapal perang Amerika Serikat tidak memberikan pengawalan fisik bagi kapal yang diminta kembali ke dermaga.

Fokus utama pasukan laut adalah memastikan kapal dari negara lain selain Iran tetap bisa melintas dengan aman.

Pihak Komando Pusat menyatakan bahwa pasukan mereka tetap mendukung hak navigasi bagi kapal-kapal menuju pelabuhan non-Iran.

Hal ini menjadi bagian dari misi menjaga kelancaran jalur perdagangan internasional di tengah ketegangan bersenjata yang sedang berlangsung.

“Pasukan AS mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran,” sebut pernyataan resmi Komando Pusat.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa target utama dari operasi militer ini adalah murni untuk menekan aktivitas ekonomi pemerintah Teheran.

Amerika Serikat berupaya memisahkan kepentingan logistik global dengan sanksi fisik yang diberikan kepada pihak Iran secara spesifik.

Krisis ini bermula ketika Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas agresi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia karena menampung sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair global.

Penutupan jalur ini menyebabkan lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional yang menekan stabilitas ekonomi banyak negara maju.

Upaya negosiasi diplomatik yang baru saja digelar di Pakistan gagal membuahkan kesepakatan damai antara pihak-pihak yang bertikai.

Hingga kini, situasi di perairan tersebut tetap tegang seiring dengan penanaman ranjau laut yang menyulitkan pergerakan kapal komersial secara umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB