36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
Laksamana Brad Cooper (DefenseScoop)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim total terhadap seluruh pelabuhan utama di wilayah Iran.

  • Sembilan puluh persen ekonomi Iran terancam lumpuh akibat penghentian jalur perdagangan laut internasional.

  • Kapal perang AS berhasil memaksa tanker minyak Iran berputar balik di Teluk Oman.

Suara.com - Amerika Serikat resmi mengisolasi seluruh aktivitas perdagangan maritim Iran melalui pemberlakuan blokade total di kawasan pelabuhan dan pesisir.

Langkah drastis militer ini bertujuan memutus urat nadi ekonomi Teheran yang sangat bergantung pada jalur distribusi internasional di laut.

Dikutip dari FOX, blokade tersebut menjadi pukulan telak mengingat mayoritas pendapatan negara tersebut bersumber dari transaksi komoditas yang melewati jalur perairan.

Inggris menegaskan tidak terlibat blokade militer AS di Iran demi menjaga stabilitas ekonomi global. (BBC)
Inggris menegaskan tidak terlibat blokade militer AS di Iran demi menjaga stabilitas ekonomi global. (BBC)

Kekuatan armada tempur CENTCOM kini mengendalikan penuh titik-titik krusial di Timur Tengah untuk memastikan tidak ada kapal yang melintas.

Hanya dalam hitungan jam sejak instruksi dikeluarkan, arus keluar masuk barang di perairan Iran dilaporkan berhenti secara menyeluruh.

Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa pasukannya telah mengunci akses perdagangan laut dari dan menuju Iran.

“Blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah sepenuhnya diimplementasikan seiring pasukan AS mempertahankan keunggulan maritim di Timur Tengah,” kata Cooper dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam mengenai ketergantungan besar ekonomi negara tersebut pada akses pelabuhan internasional.

Cooper menjelaskan bahwa sektor finansial Iran akan menghadapi guncangan hebat akibat penutupan jalur distribusi yang sangat cepat ini.

baca juga

“Diperkirakan 90% ekonomi Iran didorong oleh perdagangan internasional melalui laut,” lanjutnya.

Lumpuhnya Perdagangan Global Dalam Waktu Singkat

Kecepatan operasi militer Amerika Serikat dalam melakukan blokade ini membuat aktivitas ekspor dan impor Iran terhenti seketika.

Dalam kurun waktu yang sangat singkat, tidak ada lagi kapal kargo maupun tanker yang diizinkan beroperasi di wilayah tersebut.

“Dalam kurun waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diterapkan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui laut,” ujar Cooper.

Aksi ini menunjukkan betapa dominannya kekuatan armada laut Amerika Serikat dalam mengendalikan stabilitas atau gejolak ekonomi di kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat

Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 10:37 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×