- Mbah Kibar, perupa asal Yogyakarta, berjuang melunasi utang bank sebesar Rp556 juta demi menyelamatkan tanah warisan keluarga.
- Ia berusaha menjual 21 karya lukis profesionalnya secara mandiri tanpa meminta belas kasihan melalui bantuan tim pendamping.
- Tim pendamping menginisiasi promosi lewat media sosial agar lukisan terjual sebelum batas waktu penyitaan empat bulan berakhir.
"Kami sudah berupaya selama dua bulan melalui relasi pribadi tapi belum ada titik terang. Akhirnya kami inisiatif membuat video di media sosial dan ternyata viral," ungkap Adam.
Hingga saat ini, dukungan mulai mengalir. Beberapa tawaran mulai masuk, mulai dari kolektor hingga ajudan tokoh nasional. Tim pendamping pun tengah mempertimbangkan opsi lelang untuk mencapai angka pelunasan. Adam menegaskan bahwa timnya bergerak murni secara sukarela.
"Kami tidak akan mengambil sepeser pun dari hasil penjualan lukisan Pak Kibar. Semuanya untuk membantu beliau," tegas Adam.
Kini, Mbah Kibar terus menanti "jodoh" bagi lukisan-lukisannya. Di sela-sela goresan kuasnya, terselip doa sederhana: agar tanah warisannya kembali aman dan ia bisa melewati masa senjanya dengan damai melalui karya yang ia cintai.