Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

Bella | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 15 April 2026 | 15:21 WIB
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
Ilustrasi Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). [Suara.com/Aldie]
  • Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri karena dituduh mendanai gerakan isu ijazah palsu Presiden Jokowi.
  • Jusuf Kalla membantah tudingan tersebut dan menyarankan Jokowi menunjukkan ijazah asli untuk mengakhiri polemik yang berkepanjangan.
  • Kuasa hukum Jokowi menolak menunjukkan kembali ijazah asli karena pembuktian dokumen tersebut sudah dilakukan sebelumnya di kepolisian.

Suara.com - Nama Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) kini terseret dalam polemik isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. Setelah namanya ramai disebut, polemik ijazah Jokowi kembali menjadi buah bibir.

Polemik isu ijazah Jokowi kembali memanas setelah beredar sejumlah informasi di media yang mengutip dugaan pernyataan Rismon Sianipar.

Dalam informasi yang beredar, JK dituduh mendanai gerakan yang dilakukan Roy Suryo dkk dalam upaya mengungkap dugaan ijazah palsu Jokowi. Tak tanggung-tanggung, JK dituduh menggelontorkan dana sebesar Rp5 miliar.

Namun, Rismon sendiri langsung merespons dan buka suara soal dugaan pernyataannya tersebut.

Ia memastikan tidak pernah menuding Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), sebagai pendana di balik isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Pernyataan di media sosial yang menyebut JK menggelontorkan dana Rp5 miliar diklaim sebagai hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI).

Hal itulah yang kemudian memantik kembali ramainya perbincangan soal polemik ijazah Jokowi. Namun, di balik itu, mengapa setelah nama JK terseret isu ijazah Jokowi kembali memanas? Benarkah ini menjadi komoditas politik?

JK Polisikan Rismon

Perdebatan ini tak berhenti, justru semakin riuh setelah JK memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan Rismon ke Bareskrim Polri.

JK merasa nama baiknya telah dirugikan secara signifikan akibat tuduhan yang dinilainya tidak berdasar tersebut.

Dalam keterangannya, JK menjelaskan bahwa tudingan tersebut berkaitan dengan keterlibatan pakar telematika Roy Suryo dalam isu ijazah Presiden.

“Saya melaporkan saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap itu merugikan saya karena mengatakan saya ini mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk soal ijazah Pak Jokowi,” katanya saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Sebagai mantan Wakil Presiden yang pernah mendampingi Joko Widodo selama satu periode pemerintahan (2014–2019), JK menilai tudingan tersebut sangat mencederai etika politik dan hubungan personal yang telah terjalin lama.

"Bagi saya ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya. Pak Jokowi itu Presiden, saya wakilnya. Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun. Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” katanya.

JK Tawarkan Solusi Tengahi Polemik Ijazah

Kendati begitu, JK sendiri sebenarnya berpendapat bahwa polemik ijazah Jokowi ini bisa diselesaikan secara sederhana.

JK mengaku dirinya yang baru saja ditarik-tarik dalam perkara ini juga merasa waktunya banyak terbuang.

“Seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan,” ucapnya.

Ia menilai perkara ini sebenarnya sangat sederhana, karena Jokowi diyakini memiliki ijazah asli. Saat ini, menurutnya, tinggal menunggu Jokowi memperlihatkan ijazah tersebut untuk mengakhiri polemik.

“Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli,” ujarnya.

Jika kasus ini dibiarkan berlarut-larut, JK khawatir akan terjadi perpecahan di tengah masyarakat. Ia menilai perdebatan sengit antara pihak pro dan kontra di televisi telah mengganggu kondisi sosial.

Jokowi Merespons

Infografis Jusuf Kalla (JK) terseret isu Ijazah Joko Widodo (Jokowi). [Suara.com/Aldie]
Infografis Jusuf Kalla (JK) terseret isu Ijazah Joko Widodo (Jokowi). [Suara.com/Aldie]

Sementara itu, kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, Rivai Kusumanegara, secara tegas menolak usulan agar kliennya kembali menunjukkan ijazah asli ke hadapan publik.

Ia menilai, langkah memamerkan dokumen di ruang terbuka terbukti tidak efektif mengakhiri polemik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Menurut Rivai, pembuktian keabsahan dokumen tersebut sebenarnya sudah pernah dilakukan di depan penyidik Polda Metro Jaya dan para terlapor dalam kasus ini, namun narasi negatif tetap saja berkembang.

Analisis Mengapa Isu Ijazah Jokowi Ramai

Atas dasar itu, analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai kemunculan nama tokoh nasional sekaliber JK memberikan dimensi baru dalam polemik ini.

Arifki mengungkapkan bahwa selama ini isu ijazah cenderung berputar pada pihak-pihak tertentu, namun keterlibatan nama JK dinilai akan memberikan daya dorong atau "napas baru" bagi kelangsungan isu tersebut di ruang publik.

"Ya, dengan disebutnya nama JK, tentu ini menjadi napas baru atau mungkin isu yang mengaitkan antara Jokowi dengan Pak JK, yang selama ini belum disebut," ujar Arifki saat dihubungi Suara.com.

Menurut Arifki, situasi ini berpotensi memicu benturan argumen atau "perang narasi" antara pihak yang mendukung Presiden Jokowi dengan kubu Jusuf Kalla. Hal ini sekaligus menandai dimulainya fase baru dalam pembahasan isu ijazah yang sudah berlangsung cukup lama.

"Artinya tentu dengan adanya perang narasi antara apakah itu Jokowi atau mungkin pihak dari Pak JK, tentu akan menjadi babak baru yang akan membicarakan soal ijazah ini," lanjutnya.

Lebih lanjut, Arifki menekankan bahwa publik kini akan menyoroti apakah perkembangan isu ini akan memberikan dampak nyata terhadap peta politik nasional atau sekadar menjadi dinamika wacana sesaat.

Sementara itu, analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, menilai bergulirnya kembali berbagai isu yang menyasar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), merupakan strategi komunikasi politik yang sengaja dimainkan.

Menurutnya, isu-isu tersebut menjadi pisau bermata dua yang bisa menguntungkan maupun merugikan klan politik Jokowi menjelang kontestasi 2029.

Hasyibulloh melihat fenomena ini tidak muncul secara organik, melainkan ada peran aktor politik di belakangnya, baik dari kubu internal maupun lawan.

"Kalau saya lihat melalui pendekatan komunikasi politik ini merupakan isu yang sengaja dimainkan baik oleh pihak Pak Jokowi atau lawan politik Pak Jokowi,” ujar Hasyibulloh saat dihubungi Suara.com.

Ia menjelaskan, dari sisi keuntungan, konsistensi nama Jokowi yang terus diperbincangkan publik—meski melalui isu miring—justru membuat popularitas dirinya dan keluarganya tetap berada di level tertinggi. Hal ini dinilai strategis sebagai investasi politik menuju Pemilu 2029.

Namun, Hasyibulloh juga memberikan catatan bahwa strategi ini memiliki risiko besar. Jika narasi negatif terus digulirkan tanpa bendungan yang kuat, hal tersebut justru bisa menjadi senjata bagi lawan politik untuk meruntuhkan wibawa dan citra Jokowi di mata masyarakat.

"Akan tetapi, di satu pihak, dengan digulirkannya isu ini terus-menerus juga bisa menguntungkan lawan politik Presiden RI ke-7 Jokowi karena melalui isu ini akan mendegradasi citra positif Jokowi di mata publik, khususnya menjelang Pemilu 2029 mendatang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaesang Tanggapi Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo

Kaesang Tanggapi Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo

Video | Selasa, 14 April 2026 | 23:05 WIB

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:27 WIB

Kaesang Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo

Kaesang Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo

Video | Selasa, 14 April 2026 | 16:08 WIB

JK Diserang Usai Senggol Ijazah Jokowi, Jubir Bongkar Motif Upaya Pembungkaman

JK Diserang Usai Senggol Ijazah Jokowi, Jubir Bongkar Motif Upaya Pembungkaman

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:46 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

News | Senin, 13 April 2026 | 13:48 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

News | Senin, 13 April 2026 | 12:34 WIB

Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen

Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen

News | Senin, 13 April 2026 | 12:18 WIB

Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan

Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan

News | Senin, 13 April 2026 | 12:06 WIB

Terkini

Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani

Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk

Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:14 WIB

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:12 WIB

Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS

Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:11 WIB

Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!

Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:10 WIB

Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut

Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:05 WIB

Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota

Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:00 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga

Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:53 WIB

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:46 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:42 WIB