-
Bita Hemmati menjadi wanita pertama yang terancam eksekusi mati akibat protes anti-rezim Iran.
-
Tuduhan keterlibatan dengan Amerika Serikat menjadi dasar utama vonis mati bagi para aktivis.
-
Krisis ekonomi dan kematian Ali Khamenei memicu tindakan represif pemerintah Iran terhadap demonstran.
Suara.com - Pemerintah Iran bersiap melaksanakan hukuman gantung terhadap Bita Hemmati yang menjadi pengunjuk rasa perempuan pertama dengan vonis mati.
Langkah hukum ekstrem ini diambil sebagai respons atas keterlibatannya dalam pemberontakan besar-besaran di Teheran pada Januari 2026.
Dikutip dari FOX, keputusan pengadilan ini menandai babak baru yang lebih gelap dalam upaya Teheran membungkam oposisi melalui instrumen hukum formal.
![Ilustrasi warga Iran rayakan Lebaran 2026 [BBC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/19/99030-ilustrasi-warga-iran-rayakan-lebaran-2026.jpg)
Vonis ini bukan sekadar hukuman pidana melainkan alat politik untuk memadamkan sisa-sisa semangat revolusi yang masih membara.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana sistem peradilan Iran digunakan untuk melegitimasi pembunuhan terhadap warga sipil yang kritis.
Bita Hemmati tidak sendirian dalam menghadapi ujung tali gantungan yang dipersiapkan oleh otoritas keamanan Iran tersebut.
Suaminya yang bernama Mohammadreza Majid-Asl turut dijatuhi hukuman serupa oleh Pengadilan Revolusi Teheran dalam berkas yang sama.
Laporan dari Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) menyebutkan bahwa tetangga mereka juga tidak luput dari jeratan hukum mati.
Dua saudara yang tinggal di gedung yang sama yakni Behrouz Zamaninejad dan Kourosh Zamaninejad ikut masuk daftar eksekusi.
Sementara itu seorang kerabat mereka bernama Amir Hemmati dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun oleh majelis hakim.
Tuduhan Spionase dan Penggunaan Kekuatan Militer
"Mohammadreza Majidi-Asl dan Bita Hemmati adalah pasangan yang tinggal di Teheran, dan Amir Hemmati adalah kerabat keduanya," ujar seorang sumber kepada HRANA.
"Kourosh Zamaninejad dan Behrouz Zamaninejad tinggal di gedung apartemen yang sama, dan penangkapan mereka terjadi secara bersamaan," lanjut sumber tersebut.
Hingga saat ini pihak berwenang di Teheran belum merilis jadwal pasti kapan proses eksekusi tersebut akan dilaksanakan.
Ketidakpastian tanggal eksekusi ini diyakini sebagai bentuk tekanan psikologis tambahan bagi para terpidana dan keluarga mereka.