Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 11:55 WIB
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
Pemerintah Iran bersiap melaksanakan hukuman gantung terhadap Bita Hemmati yang menjadi pengunjuk rasa perempuan pertama dengan vonis mati. (FOX)
baca 10 detik
  • Bita Hemmati menjadi wanita pertama yang terancam eksekusi mati akibat protes anti-rezim Iran.

  • Tuduhan keterlibatan dengan Amerika Serikat menjadi dasar utama vonis mati bagi para aktivis.

  • Krisis ekonomi dan kematian Ali Khamenei memicu tindakan represif pemerintah Iran terhadap demonstran.

Publik khawatir proses eksekusi akan dilakukan secara rahasia tanpa memberikan kesempatan pembelaan terakhir bagi para korban.

Para terdakwa dituduh melakukan tindakan yang merusak keamanan nasional dengan bekerja sama untuk kepentingan pemerintah Amerika Serikat.

Otoritas setempat mengeklaim bahwa kelompok ini menggunakan bahan peledak dan senjata api dalam aksi mereka pada awal Januari.

Dakwaan tersebut mencakup pelemparan balok beton dan bahan pembakar dari atap gedung yang menyebabkan luka pada pasukan keamanan.

Pemerintah Iran secara spesifik menyebut tindakan mereka sebagai bentuk propaganda melawan rezim yang bertujuan meruntuhkan stabilitas negara.

Selain hukuman mati hakim juga memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi milik para terdakwa untuk diambil alih negara.

Dugaan Manipulasi Pengakuan Melalui Penyiksaan

Kelompok pejuang hak asasi manusia mencurigai bahwa pengakuan para terdakwa didapatkan melalui metode paksaan yang melanggar hukum.

Ada indikasi kuat bahwa penyiksaan fisik dan interogasi tanpa pendampingan hukum terjadi selama masa penahanan para pengunjuk rasa.

baca juga

Organisasi internasional mendesak Iran untuk segera membatalkan vonis ini karena kurangnya bukti konkret yang mengaitkan mereka dengan kejahatan.

Banyak pihak menilai bahwa Teheran sedang mencoba menyebarkan ketakutan kolektif agar warga tidak lagi berani turun ke jalan.

Taktik intimidasi ini dianggap sebagai upaya terakhir rezim untuk bertahan di tengah tekanan domestik dan internasional yang hebat.

Gelombang protes besar di Iran bermula pada akhir Desember 2025 yang dipicu oleh kehancuran ekonomi dan inflasi yang tidak terkendali.

Mata uang yang jatuh bebas membuat rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehingga memicu kemarahan massa di berbagai kota.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Amerika Serikat meluncurkan Operasi Epic Fury pada akhir Februari 2026 yang mengguncang stabilitas kawasan.

Serangan udara gabungan antara Amerika Serikat dan Israel tersebut dilaporkan berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Kematian pemimpin tertinggi menciptakan kekosongan kekuasaan dan kekacauan politik yang membuat pemerintah bertindak semakin represif terhadap rakyatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:33 WIB

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:58 WIB

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

×