Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 11:33 WIB
Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat
Fasilitas nuklir Iran (CNN)
baca 10 detik
  • Iran menggunakan satelit China untuk memata-matai dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat.

  • Dokumen bocor menunjukkan IRGC mengakses stasiun bumi di Beijing untuk data intelijen serangan.

  • Pemerintah China membantah keras laporan tersebut dan menyebutnya sebagai rumor dengan motif jahat.

Suara.com - Keamanan wilayah Timur Tengah kini menghadapi tantangan baru seiring terungkapnya penggunaan teknologi luar angkasa dalam konflik militer.

Republik Islam Iran dikabarkan telah memiliki kemampuan intelijen mutakhir melalui akuisisi satelit mata-mata buatan perusahaan asal China.

Dikutip dari Straits Times, langkah strategis ini memberikan akses bagi Teheran untuk memetakan koordinat presisi pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai titik strategis.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]

Data ini menjadi krusial karena digunakan untuk memandu serangan drone dan rudal ke instalasi pertahanan milik pasukan Negeri Paman Sam.

Keterlibatan teknologi asing ini menandai pergeseran peta kekuatan militer di kawasan yang selama ini didominasi oleh supremasi udara Barat.

Satelit TEE-01B yang dirakit oleh perusahaan Earth Eye menjadi instrumen utama dalam operasi pengintaian yang dilakukan oleh Iran.

Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan berhasil memperoleh kendali atas aset luar angkasa tersebut pada akhir 2024.

Berdasarkan dokumen militer yang bocor, satelit ini diluncurkan langsung dari wilayah China sebelum akhirnya dioperasikan untuk kepentingan militer Iran.

Para komandan militer Iran menginstruksikan pemantauan ketat terhadap objek-objek vital militer milik Amerika Serikat di seluruh penjuru Timur Tengah.

baca juga

Analisis orbital menunjukkan adanya daftar koordinat yang sangat spesifik disertai dengan stempel waktu pengambilan gambar satelit yang sangat akurat.

Target Utama Pangkalan Udara AS

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa pengambilan citra satelit dilakukan secara intensif tepat sebelum dan sesudah serangan udara dilancarkan.

Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi tercatat menjadi salah satu objek yang dipantau pada pertengahan Maret lalu.

Rekaman visual tersebut diambil hanya berselang satu hari sebelum laporan kerusakan pesawat militer Amerika di lokasi tersebut terkonfirmasi.

Selain di Arab Saudi, pangkalan udara Muwaffaq Salti di Yordania juga masuk ke dalam daftar target pemantauan intelijen udara ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:27 WIB

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:22 WIB

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×