Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 April 2026 | 11:41 WIB
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Kanselir Friedrich Merz menyatakan kesiapan militer Jerman menjaga keamanan jalur transit Selat Hormuz.

  • Pengerahan pasukan Jerman wajib memiliki mandat PBB dan persetujuan resmi dari parlemen nasional.

  • Jerman menuntut penghentian program nuklir militer Iran sebagai kunci perdamaian abadi di kawasan.

Suara.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz membuka peluang keterlibatan kekuatan militer negaranya untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz.

Langkah ini menjadi respons strategis Berlin dalam menyikapi situasi keamanan maritim pasca tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip dari Anadolu, kesiapan tersebut menegaskan peran aktif Jerman dalam menjaga kelancaran jalur perdagangan energi dunia yang sempat terancam oleh ketegangan regional.

Selat Hormuz (FOX)
Selat Hormuz (FOX)

Friedrich Merz menekankan bahwa stabilitas kawasan hanya bisa terwujud melalui pendekatan diplomatik yang konsisten dan kesepakatan yang mengikat secara hukum.

Pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Berlin menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen perdamaian tersebut.

"Kami sepakat bahwa tidak akan ada perdamaian abadi di kawasan ini tanpa solusi diplomatik. Ini membutuhkan kesepakatan yang layak dan kuat. Dalam konteks ini, harus jelas bahwa program nuklir militer Iran harus dihentikan. Iran tidak boleh memperoleh bom nuklir," katanya.

Pernyataan tegas ini mencerminkan kekhawatiran Eropa terhadap ambisi nuklir Iran yang dapat memicu eskalasi konflik di masa depan.

Jerman memandang penghentian program nuklir militer sebagai prasyarat utama sebelum membicarakan normalisasi hubungan jangka panjang di Timur Tengah.

Kanselir Merz menilai bahwa pengamanan Selat Hormuz merupakan bagian tak terpisahkan dari arsitektur keamanan global yang lebih luas.

baca juga

Fokus utama pemerintah Jerman saat ini adalah memastikan tidak ada pihak yang memicu kembali konflik bersenjata setelah gencatan senjata disepakati.

Syarat Yuridis Operasi Militer Jerman

Menjelang pertemuan krusial di Paris, Merz merinci beberapa kriteria ketat bagi Jerman sebelum mengerahkan pasukannya ke wilayah konflik.

"Pada prinsipnya, kami siap untuk berpartisipasi dalam mengamankan jalur transit. Ini membutuhkan penghentian permusuhan. Setidaknya, dibutuhkan gencatan senjata sementara," katanya kepada wartawan.

Partisipasi Jerman tidak akan dilakukan secara sepihak melainkan harus berlandaskan pada kerangka kerja hukum internasional yang sah.

Merz secara spesifik menyebutkan bahwa keterlibatan militer memerlukan mandat resmi, idealnya berasal dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding 'Menjilat' Prabowo Terkait Selat Hormuz, Gus Miftah: Ini Soal Keyakinan!

Dituding 'Menjilat' Prabowo Terkait Selat Hormuz, Gus Miftah: Ini Soal Keyakinan!

Entertainment | Jum'at, 17 April 2026 | 08:48 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:44 WIB

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni,  Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:42 WIB

Defisit APBN Tembus Rp235,6 Triliun hingga Juli 2026, Purbaya: Masih Terkendali

Defisit APBN Tembus Rp235,6 Triliun hingga Juli 2026, Purbaya: Masih Terkendali

Video | Senin, 14 September 2026 | 13:36 WIB

Mobil Bekas 7 Seater dengan AC Double Blower, Harga 100 Jutaan

Mobil Bekas 7 Seater dengan AC Double Blower, Harga 100 Jutaan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 13:31 WIB

Erick Thohir Pasang Target Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Vietnam Ancaman Nyata

Erick Thohir Pasang Target Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Vietnam Ancaman Nyata

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:31 WIB

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

News | Senin, 14 September 2026 | 13:30 WIB

Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027

Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:30 WIB

×