Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 17 April 2026 | 16:30 WIB
Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup
Laporan Hasil Riset KIMCI. (dok. ist)
  • Katadata Insight Center merilis laporan KIMCI di Jakarta pada 15 April 2026 mengenai penyusutan kelas menengah Indonesia.
  • Proporsi kelas menengah turun menjadi 16,9% pada 2024, mengancam target Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.
  • Kelas menengah kini mengandalkan pekerjaan sampingan dan teknologi AI untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.

Suara.com - Indonesia sedang menghadapi tantangan serius pada tulang punggung ekonominya. Data terbaru menunjukkan populasi kelas menengah terus menyusut sejak 2019, memicu kekhawatiran terhadap ambisi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Menanggapi fenomena ini, Katadata Insight Center resmi merilis laporan flagship Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) dalam gelaran IDE Katadata Future Forum 2026 di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (15/04/2026).

Co-founder & CEO Katadata Indonesia, Metta Dharmasaputra, menyoroti tren penurunan yang mengkhawatirkan. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), proporsi kelas menengah tercatat sebesar 21,5% pada 2019, namun merosot tajam hingga tersisa 16,9% di tahun 2024.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan melonjaknya golongan menuju kelas menengah (aspiring middle class) yang mencapai 48,8%. Padahal, Bappenas memproyeksikan Indonesia butuh 70% populasi kelas menengah untuk menjadi negara maju.

"Middle class merupakan kunci perubahan negara dan society. Mudah-mudahan KIMCI di tahun keduanya bisa menjadi acuan untuk memahami peta lanskap middle class di Indonesia," ujar Metta saat membuka acara bertema "Adapting to What Comes Next" tersebut.

Satu Pekerjaan Tidak Lagi Cukup

Temuan mengejutkan dalam riset KIMCI mengungkap bahwa kelas menengah kini tak lagi bisa bergantung pada satu sumber penghasilan. Ketidakpastian ekonomi memaksa mereka mencari sabuk pengaman melalui pekerjaan sampingan.

Vice President Finance & Business Development Katadata, Ivan Triyogo Priambodo, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar mengejar gaya hidup, melainkan strategi bertahan hidup.

“Bagi kelas menengah satu sumber pendapatan tidak lagi cukup untuk memberikan kepastian karena itu pekerjaan sampingan bukan sekadar tambahan melainkan sebuah lapisan pengaman,” tegas Ivan.

Ia juga menambahkan bahwa pola konsumsi kelas menengah kini semakin bijak.

"Keputusan belanja tidak semata-mata ditentukan harga yang paling murah. Yang semakin penting bagi mereka adalah nilai," tambahnya.

AI Sebagai Senjata Bertahan

Meski terimpit, riset KIMCI mencatat optimisme melalui adopsi teknologi. Kelas menengah mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas, mempelajari keterampilan baru, hingga menyelesaikan pekerjaan profesional.

Namun, teknologi saja tidak cukup. Research Analyst Katadata Insight Center, Kholis Dana P., menekankan pentingnya intervensi kebijakan publik yang adaptif untuk menjaga daya beli dan mengendalikan biaya hidup.

"Kelas menengah bukan hanya tentang perlindungan, tetapi tentang memastikan mereka tetap tumbuh dan berkontribusi secara berkelanjutan," kata Kholis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Di Balik Angka yang Disebut Cukup: Senyum di Luar, Pusing Hitung Sisa Saldo Kemudian

Di Balik Angka yang Disebut Cukup: Senyum di Luar, Pusing Hitung Sisa Saldo Kemudian

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 13:15 WIB

Riset: Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan dan Ketahanan Iklim

Riset: Perempuan Jadi Garda Terdepan Jaga Hutan dan Ketahanan Iklim

News | Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB

Terkini

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:07 WIB

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:05 WIB

UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN

UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:54 WIB

Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?

Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:37 WIB

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:34 WIB

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:27 WIB

Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor

Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:26 WIB