Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 18 April 2026 | 12:22 WIB
Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia. (Suara.com/Bagaskara)
  • Sekjen PDIP Hasto menyoroti adanya penekanan terhadap kebebasan berpendapat di Indonesia dalam seminar nasional di Jakarta.
  • Hasto mengkritik tindakan pelaporan masyarakat ke aparat penegak hukum akibat menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah saat ini.
  • Menurutnya perbedaan pendapat dan kritik merupakan instrumen penting untuk memajukan bangsa dan menjaga demokrasi.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia kekinian yang dinilainya mulai diwarnai oleh praktik penekanan terhadap kebebasan berpendapat.

Hal ini disampaikan Hasto saat membuka seminar nasional Peringatan ke-71 Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Hasto mengaitkan semangat pembebasan dari Dasasila Bandung hasil KAA 1955 dengan realitas domestik saat ini.

Menurutnya, sebagai "mercusuar keadilan", Indonesia seharusnya sudah bersih dari segala bentuk penindasan, termasuk penindasan terhadap gagasan.

Ia secara khusus mengkritik fenomena di mana masyarakat yang melontarkan kritik terhadap kebijakan negara justru berakhir dengan aduan ke aparat penegak hukum.

“Sekarang ini kritik masalah pangan diadukan ke polisi. Kritik masalah terhadap pemerintah diadukan kepada polisi. Padahal republik ini dibangun dengan suatu dialektika,” ujar Hasto di hadapan para kader dan tokoh nasional yang hadir.

Hasto menegaskan, bahwa perbedaan pemikiran dan kritik terhadap pemerintah jangan dianggap sebagai upaya menjatuhkan.

Sebaliknya, kritik adalah instrumen penting agar pemerintah dapat bekerja lebih baik demi kemajuan bangsa.

“Kalau kita kritik pemerintah, bukan berarti kita tidak ingin pemerintah berhasil. Justru ketika kita kritik pada pemerintah karena kita sayang, cinta tanah air kepada Republik ini, Saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

Ilustrasi Kritik (Pixabay)
Ilustrasi Kritik (Pixabay)

Ia menambahkan bahwa perbedaan ide adalah hal yang lumrah dan penting dalam sebuah sistem demokrasi, asalkan tujuannya adalah untuk kemajuan negara.

Menurutnya, hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang dilarang atau "diharamkan".

Lebih lanjut, Hasto menyatakan bahwa PDIP berkomitmen untuk menjadi partai yang progresif dan berani menghadapi berbagai tekanan.

Ia mengingatkan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia adalah sejarah membebaskan diri dari pengisapan dan tekanan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebebasan dasar serta fungsi pengawasan lembaga legislatif dalam sistem politik Indonesia.

“Maka mengapa PDI Perjuangan harus menjadi partai yang kokoh, partai yang progresif, dan partai yang berdiri tegak di dalam menghadapi berbagai tekanan-tekanan apa pun karena sejarah mengajarkan kita merdeka karena kita ingin membebaskan diri dari berbagai tekanan penghisapan," kata dia.

"The freedom of speech, freedom to organize the people, freedom of press dan sebagainya termasuk berjalannya fungsi-fungsi DPR RI sebagai check and balances di dalam konstruksi sistem politik kita, semua harus kita perjuangkan demi sehatnya Indonesia di dalam mencapai tujuan bernegara,” papar Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperjuangkan narasi pembebasan sesuai semangat KAA, agar tidak ada lagi praktik penindasan di bumi Indonesia.

“Jangan pernah lelah berjuang bagi Indonesia kita karena di dalam akhir dari komunike ini dikatakan dengan sangat tegas bahwa Indonesia berdiri di muka di dalam perjuangan pembebasan dan kita harus memberikan suatu pelajaran kepada dunia bahwa tidak ada penindasan-penindasan yang terjadi di bumi Indonesia tercinta,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?

Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?

News | Sabtu, 18 April 2026 | 12:06 WIB

Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme

Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:17 WIB

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:35 WIB

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB