Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB
Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan klarifikasi resmi terkait laporan polisi terhadap dirinya atas dugaan pelecehan agama buntut ceramahnya di UGM beberapa waktu lalu. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Jusuf Kalla dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026 atas dugaan penistaan agama saat ceramah di UGM.
  • Pelapor terdiri dari gabungan organisasi Kristen yang menilai pernyataan Jusuf Kalla telah melukai perasaan umat beragama.
  • Jusuf Kalla membantah tuduhan tersebut dengan menegaskan ceramahnya bertujuan menyampaikan sejarah konflik Poso dan Maluku demi perdamaian.

Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan klarifikasi resmi terkait laporan polisi terhadap dirinya atas dugaan pelecehan agama buntut ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.

Dalam sesi keterangannya kepada awak media, JK mengawali penjelasannya dengan memutar video dokumenter mengenai konflik kemanusiaan di Poso dan Maluku.

JK menegaskan, bahwa apa yang ia sampaikan dalam ceramah tersebut bukanlah bentuk penistaan, melainkan pengingat akan sejarah kelam yang pernah melanda Indonesia agar tidak terulang kembali.

"Inilah suasana yang wartawan bisa dibilang tidak ada media. Lebih kejam lagi, lebih parah lagi. Orang-orang yang memfitnah saya, pernah enggak ada di situ? Saya ada di situ," ujar JK sembari menunjuk cuplikan video dokumenter tersebut di Kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

JK mengungkapkan keprihatinannya terhadap pihak-pihak yang memotong konteks pernyataannya.

Ia membeberkan fakta mengerikan dari konflik Poso dan Maluku yang merenggut hingga 7.000 nyawa.

Menurutnya, video tersebut menjadi bukti betapa brutalnya konflik yang dipicu oleh sentimen identitas kala itu.

"7.000 orang meninggal, emangnya karena apa? Tadi Anda lihat fotonya, baru tiga atau empat yang kelihatan. Yang lain potong leher. Ini konflik paling kejam mungkin setelah G30S," tegasnya.

Untuk memperkuat fakta sejarah tersebut, JK juga mengutip pernyataan Pendeta John Ruhulessin, mantan Ketua Sinode di Maluku sekaligus tokoh PGI, yang menjadi saksi mata kekejaman di lapangan.

baca juga

JK menjelaskan bagaimana identitas agama digunakan sebagai penentu hidup dan mati seseorang saat itu.

"Tadi dia (Pendeta John) ceritakan bagaimana orang dipotong kepalanya. Kalau orang Islam masuk daerah Kristen atau sebaliknya, ditanya," kata dia.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026) [Suara.com/Tim Media JK]
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026) [Suara.com/Tim Media JK]

"Disuruh baca Al-Fatihah, tidak bisa baca, langsung dipotong. Sebaliknya juga di Kristen begitu. Itu kenyataan karena agama masuk di situ," JK menambahkan.

JK menyayangkan sikap pihak-pihak yang melaporkannya tanpa memahami konteks sejarah dan keterlibatan langsung di lapangan.

Ia juga turut menyinggung sejumlah nama.

"Ada yang berani enggak? Berani enggak Ade Armando itu ke situ? Berani enggak itu Edy Darmawan begitu? Kami bertiga masuk ke situ untuk menenangkan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:21 WIB

Kaesang Tanggapi Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo

Kaesang Tanggapi Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo

Video | Selasa, 14 April 2026 | 23:05 WIB

Terkini

Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?

Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?

Bola | Minggu, 19 Juli 2026 | 23:46 WIB

Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya

Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya

Sumsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 23:41 WIB

Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum

Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum

Bola | Minggu, 19 Juli 2026 | 23:34 WIB

Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan

Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan

Bola | Minggu, 19 Juli 2026 | 23:25 WIB

LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu

LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu

Sumsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 22:40 WIB

Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung

Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung

Sumsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 22:15 WIB

Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!

Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 22:15 WIB

Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!

Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:37 WIB

IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut

IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut

Sulsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:31 WIB

Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026

Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 21:15 WIB

×