Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui

M Nurhadi

Senin, 20 April 2026 | 10:22 WIB
Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui
Viral tentara Israel hancurkan patung Yesus [Ist]
  • Militer Israel mengonfirmasi seorang prajurit merusak patung Yesus di Deir Siryan, Lebanon Selatan, yang memicu kemarahan publik global.
  • Tindakan vandalisme tersebut memicu kecaman keras dari politisi Amerika Serikat terkait moralitas bantuan militer bagi pihak Israel.
  • Konflik di Lebanon sejak Maret 2026 telah menewaskan 2.294 orang dan menyebabkan satu juta warga terpaksa mengungsi dari rumahnya.

Suara.com - Militer Israel (IDF) akhirnya mengonfirmasi keaslian sebuah dokumentasi yang sangat kontroversial, menunjukkan seorang personelnya melakukan tindakan vandalisme terhadap simbol agama Kristen di Lebanon Selatan.

Pernyataan ini muncul setelah sebuah video viral memicu amarah publik global, memperlihatkan seorang tentara menggunakan alat penghancur beton (jackhammer) untuk menghancurkan bagian kepala patung Yesus Kristus di kota Deir Siryan.

Pengakuan ini menjadi tamparan keras bagi narasi resmi militer Israel yang selama ini mengklaim bahwa mereka berupaya melindungi infrastruktur sipil dan tempat ibadah.

Meski militer Israel menyatakan bahwa insiden tersebut kini sedang diselidiki oleh Komando Utara, mereka tetap tidak memberikan rincian mengenai identitas prajurit yang terlibat maupun tindakan disipliner spesifik yang telah diambil.

Insiden penodaan situs suci ini terjadi di tengah klaim berulang dari pihak IDF bahwa mereka "tidak memiliki niat untuk merugikan infrastruktur sipil, termasuk bangunan keagamaan atau simbol-simbol keagamaan."

Namun, bukti visual dari Deir Siryan menunjukkan realitas yang sangat berbeda di lapangan. Para kritikus menilai tindakan tersebut bukan sekadar ulah oknum, melainkan cerminan dari kurangnya kontrol disiplin dalam operasi militer di Lebanon Selatan.

Penyelidikan internal yang dijanjikan oleh militer Israel sering kali disambut dengan skeptisisme oleh organisasi hak asasi manusia.

Hal ini dikarenakan rekam jejak penyelesaian kasus serupa yang jarang berakhir dengan hukuman berat bagi pelaku, sementara kerusakan budaya dan emosional yang ditimbulkan bagi komunitas lokal bersifat permanen.

Kecaman Keras dari Washington

Reaksi keras tidak hanya datang dari dunia Arab, tetapi juga dari sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat. Sejumlah tokoh politik dan media di Washington mulai mempertanyakan standar moralitas dari bantuan militer yang terus mengalir ke Tel Aviv.

Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, mengecam keras berita tersebut melalui pernyataan publik yang menyorot status hubungan kedua negara.

Ia mempertanyakan status "sekutu terbesar kita" yang selama ini menerima miliaran dolar uang pajak dan persenjataan dari rakyat Amerika Serikat, sementara tentaranya tertangkap kamera menghancurkan simbol iman Kristen.

Kecaman serupa datang dari Matt Gaetz, tokoh sayap kanan dan mantan anggota Kongres, yang menyebut tindakan tentara Israel tersebut sebagai sesuatu yang "mengerikan."

Sementara itu, tokoh media terkemuka Ryan Grim memberikan analisis yang lebih tajam mengenai pola perilaku militer di zona konflik.

"Tentara Israel telah mengunggah gambar-gambar kejahatan perang dan penodaan budaya mereka sendiri selama dua setengah tahun berturut-turut tanpa gangguan," kata Ryan Grim, dikutip via TRT.

Laporan dari media Lebanon menunjukkan bahwa penodaan di Deir Siryan bukanlah kejadian terisolasi. Kerusakan serupa dilaporkan terjadi di situs Kristen lainnya di desa Ain Ebel, yang berada dalam distrik yang sama.

Selain itu, serangan udara dan artileri Israel dikabarkan telah menghantam sejumlah situs keagamaan di desa Shamaa, distrik Tyre.

Pola kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para pemimpin agama di Lebanon, negara yang memiliki sejarah panjang keragaman dan toleransi antarumat beragama.

Penghancuran simbol-simbol suci ini dianggap sebagai upaya untuk merusak tatanan sosial dan warisan budaya Lebanon secara sistematis.

Eskalasi militer yang meningkat sejak 2 Maret 2026 telah membawa dampak bencana bagi warga sipil Lebanon. Menurut data terbaru, serangan-serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.294 orang di berbagai wilayah Lebanon.

Krisis ini juga memaksa lebih dari 1 juta orang untuk meninggalkan rumah mereka, menciptakan gelombang pengungsi besar-besaran yang kini memenuhi pusat-pusat penampungan di kota-kota besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Publik: Hizbullah Tak Bakal Melakukan Itu

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Publik: Hizbullah Tak Bakal Melakukan Itu

News | Senin, 20 April 2026 | 10:01 WIB

Biadab! Rezim Zionis Israel Ingin 'Gazafikasi' Lebanon Selatan

Biadab! Rezim Zionis Israel Ingin 'Gazafikasi' Lebanon Selatan

News | Senin, 20 April 2026 | 09:27 WIB

Viral Maestro Kibar Jual Lukisan Demi Bayar Utang, Gambar Wapres Gibran Jadi yang Pertama Laku

Viral Maestro Kibar Jual Lukisan Demi Bayar Utang, Gambar Wapres Gibran Jadi yang Pertama Laku

Entertainment | Minggu, 19 April 2026 | 21:30 WIB

Diminta Bantu Suster Natalia, Hotman Paris: Istana Perlu Turun Tangan!

Diminta Bantu Suster Natalia, Hotman Paris: Istana Perlu Turun Tangan!

Entertainment | Senin, 20 April 2026 | 07:00 WIB

Digerebek Suami Sendiri, Ibu Bhayangkari di Kendari Kepergok Ngamar dengan Oknum TNI

Digerebek Suami Sendiri, Ibu Bhayangkari di Kendari Kepergok Ngamar dengan Oknum TNI

Entertainment | Minggu, 19 April 2026 | 18:30 WIB

Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato

Heboh Suara Perempuan Nyanyi 'Lelaki Cadangan' Saat Wakil Wali Kota Padang Pidato

Entertainment | Minggu, 19 April 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB