Dari Rumah hingga Rumah Sakit, Badai Mikroplastik Makin Intai Hidup Sehari-hari

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 13:54 WIB
Dari Rumah hingga Rumah Sakit, Badai Mikroplastik Makin Intai Hidup Sehari-hari
Ilustrasi mikroplastik. (Freepik)
  • Laporan Plastic Soup Foundation mengungkap paparan mikroplastik telah terjadi secara sistemik di lingkungan rumah, kesehatan, hingga produk anak.
  • Teknologi rekayasa iklim serta penggunaan peralatan medis berisiko meningkatkan paparan mikroplastik langsung ke dalam tubuh manusia setiap hari.
  • Dampak kesehatan serius seperti risiko kanker dan gangguan reproduksi menuntut kebijakan global yang lebih tegas dalam membatasi plastik.

Suara.com - Laporan terbaru mengungkap skala besar paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari, yang oleh para ahli disebut sebagai “badai mikroplastik” dari berbagai sumber yang selama ini luput dari perhatian.

Studi bertajuk Exploring Everyday Microplastic Exposures ini didanai oleh Plastic Soup Foundation dan The Flotilla Foundation, serta merangkum lebih dari 350 penelitian ilmiah.

Temuan utama laporan ini menunjukkan bahwa krisis paparan mikroplastik sedang terjadi secara sistemik, menyusup ke berbagai aspek kehidupan modern.

Para peneliti memetakan sumber paparan dalam lima kategori utama, yaitu lingkungan luar ruangan, ruang dalam (indoor), produk anak, layanan kesehatan dan perawatan pribadi, serta makanan dan minuman. Artinya, mikroplastik tidak lagi sekadar isu pencemaran laut, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian manusia.

Ilustrasi mikroplastik (Unsplash/FlyD)
Ilustrasi mikroplastik (Unsplash/FlyD)

Salah satu temuan yang mengkhawatirkan adalah potensi meningkatnya paparan mikroplastik akibat teknologi rekayasa iklim, seperti injeksi aerosol stratosfer. Teknologi ini dirancang untuk mendinginkan bumi dengan menyebarkan partikel ke atmosfer.

Namun, beberapa paten menunjukkan kemungkinan penggunaan partikel polimer berukuran mikro yang dilepaskan hingga ketinggian 20 kilometer, yang berpotensi menjadi sumber baru mikroplastik di udara.

Paparan juga ditemukan di fasilitas kesehatan. Dalam ruang operasi, misalnya, partikel mikroplastik dapat mencapai hingga 9.258 partikel per meter persegi dalam satu shift. Berbagai perangkat medis seperti kateter jantung, implan silikon, hingga cairan infus disebut berpotensi memasukkan mikroplastik ke dalam tubuh pasien tanpa disadari.

Kelompok bayi dan anak-anak menjadi salah satu yang paling rentan. Bayi prematur yang mendapat asupan melalui infus diperkirakan terpapar hingga 115 partikel mikroplastik dalam 72 jam.

Sementara itu, susu formula juga dapat mengandung mikroplastik dalam jumlah tertentu, tergantung pada jenis kemasan. Produk anak seperti mainan, alas bermain, dan balok susun juga dapat melepaskan partikel plastik ke lingkungan sekitar.

Paparan mikroplastik juga datang dari sumber tak terduga di dalam rumah, seperti cat dinding. Banyak cat mengandung plastik sebagai bahan utama, yang akan melepaskan partikel mikroplastik seiring waktu atau saat lapisan lama dikikis. Bahkan, satu lapisan cat pada area 100 meter persegi diperkirakan mengandung hingga puluhan kuadriliun partikel polimer.

Pendiri Plastic Soup Foundation, Maria Westerbos, mengatakan bahwa laporan ini membuka realitas tersembunyi tentang plastik dalam kehidupan manusia. Menurutnya, banyak orang masih menganggap pencemaran plastik hanya berdampak pada laut, padahal lingkungan tempat tinggal sehari-hari justru menjadi sumber utama paparan.

Mikroplastik sendiri adalah partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter. Meski kecil, dampaknya sangat besar. Diperkirakan lebih dari 125 triliun partikel mikroplastik telah mencemari lautan, dan kini juga ditemukan di tanah, sungai, hewan, hingga tubuh manusia.

Sejumlah studi menunjukkan paparan mikroplastik berpotensi terkait dengan kanker, gangguan jantung, hingga masalah reproduksi. Bahkan, para ilmuwan memperkirakan manusia mengonsumsi mikroplastik setara satu kartu kredit setiap minggu.

Upaya pengurangan mikroplastik sebenarnya sudah mulai dilakukan di berbagai negara. Uni Eropa dan Amerika Serikat telah melarang penggunaan mikroplastik dalam produk kosmetik tertentu.

Bahkan, pemerintah AS menargetkan penghapusan plastik sekali pakai di seluruh operasionalnya pada 2035. Namun, para ahli menilai langkah ini masih belum cukup, mengingat produksi plastik global mencapai 450 juta ton per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat.

Laporan ini menegaskan bahwa penanganan mikroplastik tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan langkah besar dari pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mengurangi produksi plastik sekaligus membatasi paparan dalam kehidupan sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital

Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital

News | Senin, 20 April 2026 | 13:09 WIB

Harga Minyak Goreng Naik, Mendag Pastikan Stok Masih Aman

Harga Minyak Goreng Naik, Mendag Pastikan Stok Masih Aman

Video | Minggu, 19 April 2026 | 21:20 WIB

Dituding Operasi Wajah Gagal, Rossa Resmi Polisikan 78 Akun Media Sosial

Dituding Operasi Wajah Gagal, Rossa Resmi Polisikan 78 Akun Media Sosial

Video | Minggu, 19 April 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB