- Jusuf Kalla mengklaim jasanya dalam mengusung Joko Widodo menjadi presiden, namun hal ini ditanggapi PSI pada Senin (20/4/2026).
- Grace Natalie menegaskan bahwa penentu kemenangan utama dalam kontestasi politik bukanlah tokoh pengusung, melainkan dukungan suara dari masyarakat luas.
- Meskipun mengapresiasi kontribusi Jusuf Kalla, PSI menekankan bahwa keberhasilan seorang calon presiden tetap bergantung pada kehendak pemilih dalam pemilu.
Suara.com - Manuver Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang mengungkit jasanya memboyong Joko Widodo atau Jokowi dari Solo hingga menjadi presiden, mendapat respons menohok dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menegaskan bahwa penentu utama kemenangan bukanlah "pembawa" atau "pengusung", melainkan suara rakyat.
Ia menyebut dalam setiap kontestasi politik, variabel kemenangan sangatlah kompleks. Meski peran tokoh seperti JK ada, namun tanpa restu dari masyarakat luas, jalan menuju kursi presiden dipastikan buntu.
"Siapapun yang pernah ikut kontestasi pemilihan pasti tau bahwa banyak elemen yang saling mempengaruhi. Ada elektabilitas calon atau pasangan calon, tim sukses, dukungan parpol, dan yang paling utama tentunya dukungan masyarakat," ujar Grace saat dihubungi Suara.com, Senin (20/4/2026).
Menurut Grace, siapa pun yang merasa berjasa membawa seorang calon, harus menyadari bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemilih.
"Mau siapapun yang mengusung atau mendukung atau membawa jikalau tidak didukung masyarakat, sulit sekali untuk bisa terpilih," tegas Grace.
Meski meluruskan narasi JK, Grace tetap menyampaikan apresiasinya atas kontribusi JK di masa lalu.
Ia menilai JK sebagai politikus senior yang sangat paham dengan dinamika pemilihan umum, mengingat rekam jejak JK yang berkali-kali terjun dalam kontestasi.
"Pak JK sudah beberapa kali ikut kontestasi pasti paham hal hal ini. Terima kasih untuk dukungan Pak JK. Pak JK telah turut melahirkan salah satu pemimpin nasional terbaik dalam sejarah negeri ini," pungkasnya.