- Firdaus Oiwobo mengkritik saran Jusuf Kalla agar Presiden Jokowi menunjukkan ijazah asli untuk mengakhiri polemik publik.
- Firdaus menyatakan dirinya melarang Jokowi memamerkan ijazah karena adanya perlindungan data pribadi sesuai undang-undang yang berlaku.
- Firdaus meminta Jusuf Kalla waspada terhadap provokasi pihak tertentu yang berupaya mengadu domba para tokoh bangsa Indonesia.
Suara.com - Ketua Umum Ternak Mulyono (Termul) sekaligus praktisi hukum, Firdaus Oiwobo, bereaksi keras atas pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya ke publik guna mengakhiri polemik yang berkepanjangan.
Kepada jurnalis Suara.com, Firdaus mempertanyakan motif di balik pernyataan Jusuf Kalla tersebut. Ia merasa heran mengapa JK baru mempersoalkan hal tersebut sekarang, padahal JK pernah mendampingi Jokowi sebagai orang nomor dua di Indonesia.
"Kalau hari ini Pak JK mempertanyakan ijazah Pak Jokowi, dari dulu ke mana saja? Beliau dulu pernah jadi orang nomor dua, kenapa tidak mempertanyakan hal tersebut?" ujar Firdaus, Senin (20/4/2026).
Firdaus bahkan melontarkan dugaan miring terkait sikap diam JK di masa lalu.
"Apa jangan-jangan beliau masih punya kekuasaan untuk bisnis makanya beliau diam saat itu? Jadi kalau beliau mempertanyakan ijazah saat ini, sama saja beliau mempermalukan dirinya sendiri. Terlebih ijazah Jokowi itu asli dan sudah banyak yang mengakui," tegasnya.
Melalui akun Instagram pribadinya @m.firdausoiwobo_sh, Firdaus juga memberikan pernyataan yang lebih menohok. Ia secara terang-terangan mengaku sebagai pihak yang melarang Presiden ke-7 Jokowi untuk memamerkan ijazahnya ke hadapan publik.
Menurutnya, ada aturan hukum yang melindungi data pribadi tersebut.

"Bapak mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saya Ketua Termul Pak. Yang melarang Pak Jokowi buka ijazah itu saya. Dan yang melarang paling tegas itu UU PDP (Pelindungan Data Pribadi)," kata Firdaus.
Ia menilai tidak ada kewajiban bagi seorang kepala negara untuk menanggapi tudingan dari pihak-pihak yang ia sebut dengan istilah kasar sebagai 'monyet-monyet' yang tidak pernah puas dengan kinerja pemerintah.
"Terserah Pak Jokowi mau mengeluarkan ijazah atau tidak, tidak ada kewajiban menunjukkan ijazah ke hadapan 'monyet-monyet' itu Pak. Mereka ini selalu tidak puas dengan kinerja Jokowi," kata dia.
Waspada Adu Domba dan Singgung Roy Suryo
Lebih lanjut, Firdaus meminta Jusuf Kalla agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah hubungan antar tokoh bangsa.
Ia secara spesifik menyebut nama pakar telematika Roy Suryo dalam dugaannya.

"Ini mah permainan Roy Suryo kayaknya, mau acak-acak negara ini diadu domba. Saya menduga ya. Bapak (JK) jangan terprovokasi, Bapak panutan kami," tuturnya.
Meski melayangkan kritik tajam, Firdaus mengaku tetap menghormati Jusuf Kalla sebagai sosok negarawan dan sesama orang Bugis.