- Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun pada 19 April 2026.
- Polisi telah menangkap dua pelaku penikaman, salah satunya merupakan seorang atlet MMA nasional, guna penyelidikan motif lebih lanjut.
- Peristiwa ini diduga berkaitan dengan perselisihan keluarga berkepanjangan antara Nus Kei dan keponakannya, John Kei, sejak tahun 2020.
Konflik tahun 2020 itu menjadi bukti nyata betapa tajamnya perselisihan antara paman dan keponakan ini. Meski sempat diproses secara hukum dan menyeret John Kei kembali ke balik jeruji besi, api permusuhan tampaknya tidak benar-benar padam.
Dinamika hubungan keduanya selalu menjadi perhatian aparat keamanan karena potensi eskalasi kekerasan yang bisa melibatkan massa dari kedua belah pihak.
Kronologi Penikaman di Bandara
Insiden berdarah yang akhirnya merenggut nyawa Nus Kei bermula ketika ia baru saja mendarat menggunakan pesawat dari Jakarta. Saat sedang berjalan menuju pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya yang telah menjemput, maut datang menjemput.
Secara tiba-tiba, seorang pria bermasker dan mengenakan jaket merah mendekat, lalu melakukan penyerangan secara membabi buta dengan menggunakan sebilah pisau.
Nus Kei mengalami empat luka tusuk yang sangat fatal di bagian dada, leher, dan punggung. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari kembali ke dalam ruang tunggu bandara, namun ia ambruk akibat pendarahan hebat yang tidak terkendali.
Meskipun tim medis di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun telah berupaya maksimal, Nus Kei dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara sendiri sebenarnya bertujuan untuk menghadiri Musyawarah Daerah Partai Golkar yang dijadwalkan pada 23 April 2026.
Keterlibatan Atlet MMA
Dalam waktu kurang dari dua jam setelah kejadian, jajaran Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua terduga pelaku penikaman. Kedua pelaku diketahui berinisial HR (28) dan FU (36).
Fakta mengejutkan terungkap bahwa salah satu pelaku, yakni HR, merupakan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) nasional yang kerap tampil dalam berbagai ajang pertarungan tingkat nasional.
Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara untuk menggali lebih dalam apakah ada instruksi dari pihak lain atau murni inisiatif pribadi.
Mengenai motif penyerangan, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menyatakan bahwa hal tersebut masih didalami oleh penyidik.
"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri, serta tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi."
Situasi di Maluku Tenggara kini dalam pengawasan ketat aparat untuk mencegah terjadinya konflik susulan yang melibatkan massa pendukung Nus Kei maupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perseteruan masa lalunya.