- Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun pada 19 April 2026.
- Polisi telah menangkap dua pelaku penikaman, salah satunya merupakan seorang atlet MMA nasional, guna penyelidikan motif lebih lanjut.
- Peristiwa ini diduga berkaitan dengan perselisihan keluarga berkepanjangan antara Nus Kei dan keponakannya, John Kei, sejak tahun 2020.
Suara.com - Agrapinus Rumatora, yang lebih dikenal dengan nama Nus Kei, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026). Sosok yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara ini menjadi korban penikaman di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, sesaat setelah Nus Kei tiba dari Jakarta.
Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Nus Kei adalah tokoh politik lokal yang aktif dan berpengaruh di Maluku Tenggara.
Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.
Pihak kepolisian telah bergerak cepat dalam menangani kasus ini, dengan berhasil mengamankan dua terduga pelaku dalam waktu singkat.
Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik penikaman yang menewaskan paman dari John Kei ini.
Akar Konflik: Dendam Penjualan Tanah Ambon
Kematian Nus Kei seolah menjadi puncak dari rangkaian ketegangan panjang yang melibatkan hubungan keluarga antara paman dan keponakan. Jejak perseteruan antara Nus Kei dan John Kei bukanlah hal baru di mata publik.
Konflik ini mencuat secara masif pada tahun 2020, yang dilatarbelakangi oleh permasalahan pribadi terkait ketidakpuasan dalam pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon.
Dalam catatan perselisihan tersebut, John Kei merasa dikhianati oleh Nus Kei terkait pembagian hasil transaksi tanah tersebut. Ketidaksepakatan ini memicu gelombang kekerasan yang cukup besar di wilayah Jabodetabek beberapa tahun silam.
John Kei disebut-sebut sempat memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi nyawa Nus Kei karena rasa sakit hati yang mendalam.
Perseteruan ini menunjukkan bahwa hubungan darah tidak menjadi jaminan keharmonisan ketika sudah bersinggungan dengan masalah materi dan kepercayaan.
Serangan Berdarah di Cipondoh 2020
Sebelum insiden maut di Maluku Tenggara ini terjadi, Nus Kei sudah berulang kali menjadi target kekerasan. Pada tahun 2020, kelompok anak buah John Kei melakukan tindakan perusakan dan percobaan pembunuhan terhadap Nus Kei di kediamannya yang berlokasi di Cipondoh, Tangerang.
Dalam insiden yang mencekam tersebut, rumah Nus Kei diserang secara brutal, yang mengakibatkan kerusakan bangunan dan trauma mendalam bagi keluarga yang berada di lokasi.