B50 Digenjot untuk Energi, Mengapa Dikhawatirkan Picu Deforestasi dan Harga Pangan?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 15:00 WIB
B50 Digenjot untuk Energi, Mengapa Dikhawatirkan Picu Deforestasi dan Harga Pangan?
Pemandangan udara deforestasi di konsesi perkebunan tebu PT Global Papua Abadi di Merauke, Papua Selatan. (DOk. Ulet Ifansasti / Greenpeace)
  • Pemerintah Indonesia berencana menerapkan mandatori biodiesel B50 pada pertengahan tahun 2026 sebagai strategi menghadapi krisis energi global.
  • Koalisi Transisi Bersih mengkritik kebijakan tersebut karena berisiko memicu deforestasi seluas 1,5 juta hektare dan konflik lahan masyarakat.
  • Peningkatan kebutuhan minyak sawit untuk B50 dikhawatirkan mengganggu pasokan pangan domestik dan menyebabkan kelangkaan minyak goreng bagi masyarakat.

Suara.com - Rencana pemerintah menerapkan program mandatori biodiesel B50 pada pertengahan 2026 menuai kritik dari Koalisi Transisi Bersih (KTB).

Kebijakan yang mendorong pencampuran 50 persen bahan bakar diesel dengan minyak sawit ini dinilai berisiko memicu deforestasi sekaligus mendorong kenaikan harga pangan di dalam negeri.

Koalisi menilai kebutuhan bahan baku untuk program ini akan meningkat signifikan. Dengan densitas minyak nabati yang lebih rendah dibanding bahan bakar fosil, implementasi B50 diperkirakan membutuhkan tambahan fatty acid methyl ester (FAME) hingga 19 juta kiloliter.

Kebutuhan ini berpotensi menyerap lebih banyak crude palm oil (CPO), yang selama ini juga menjadi bahan baku utama minyak goreng.

“Jika pasokan CPO lebih banyak dialihkan untuk energi, ada risiko berulangnya kelangkaan minyak goreng seperti pada 2022,” kata Riezcy Cecilia dari organisasi Satya Bumi.

Apa dampaknya bagi hutan dan masyarakat?

Fakta unik Biodesel B50. (Gemini AI)
Fakta unik Biodesel B50. (Gemini AI)

Koalisi memperkirakan, untuk memenuhi kebutuhan B50 hingga 2039, diperlukan tambahan lahan sekitar 5,36 juta hektare. Dari angka tersebut, potensi deforestasi bisa mencapai 1,5 juta hektare—setara puluhan kali luas wilayah DKI Jakarta. Kekhawatiran ini muncul karena produksi CPO diproyeksikan stagnan di kisaran 60 juta ton pada 2045, menurut Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Data Forest Watch Indonesia (FWI) juga menunjukkan bahwa luas perkebunan sawit Indonesia telah mencapai 20,9 juta hektare, melampaui batas atas yang direkomendasikan. Dalam lima tahun terakhir saja, ekspansi sawit disebut telah menyebabkan deforestasi hutan alam seluas 424 ribu hektare.

“Peningkatan mandat biodiesel hingga B50 berpotensi memperbesar tekanan terhadap hutan alam tersisa dan memicu persaingan antara kebutuhan energi dan pangan,” ujar Respati Bayu dari FWI.

Selain dampak lingkungan, isu konflik sosial juga menjadi sorotan. Sawit Watch mencatat terdapat 1.150 konflik komunitas terkait perkebunan sawit pada 2025, yang melibatkan ratusan perusahaan. Sebagian besar konflik berkaitan dengan persoalan lahan dan hak masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah melihat B50 sebagai bagian dari strategi menghadapi krisis energi global akibat ketegangan geopolitik. Namun, para pengamat menilai kebijakan ini berisiko menjadi “jalan pintas” jika tidak dibarengi evaluasi menyeluruh.

Adakah alternatif kebijakan?

Koalisi Transisi Bersih menilai kebijakan B50 perlu ditinjau ulang dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara menyeluruh. Mereka mendorong pemerintah untuk tidak hanya bergantung pada sawit sebagai solusi energi.

Amalya Oktaviani dari Trend Asia menyoroti persoalan tata kelola lahan. Ia menyebut lebih dari 4 juta hektare kebun sawit berada di kawasan hutan, termasuk di kawasan lindung dan cagar alam. “Alih-alih fokus pada pemulihan lingkungan, kebijakan bioenergi justru berpotensi memperparah tekanan terhadap hutan,” ujarnya.

Sementara itu, penelitian Greenpeace Indonesia menunjukkan bahwa pembukaan lahan perkebunan skala besar dapat menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar. Proyek perkebunan di Papua Selatan, misalnya, diperkirakan dapat melepaskan ratusan juta ton emisi jika seluruh lahannya dibuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Terkini

Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi

Diduga Hasut dan Provokasi Terkait Video JK, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polisi

News | Senin, 20 April 2026 | 15:01 WIB

Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim

Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim

News | Senin, 20 April 2026 | 14:59 WIB

Rudal AS-Israel Tewas 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali

Rudal AS-Israel Tewas 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali

News | Senin, 20 April 2026 | 14:58 WIB

Politikus PSI Sebut Gubernur DKI Lembek, Tawuran Tak Kunjung Tuntas

Politikus PSI Sebut Gubernur DKI Lembek, Tawuran Tak Kunjung Tuntas

News | Senin, 20 April 2026 | 14:51 WIB

Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman

Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman

News | Senin, 20 April 2026 | 14:47 WIB

Nus Kei Tewas Ditikam, Jejak Perseteruan Maut Paman vs Keponakan yang Berakhir Tragis

Nus Kei Tewas Ditikam, Jejak Perseteruan Maut Paman vs Keponakan yang Berakhir Tragis

News | Senin, 20 April 2026 | 14:45 WIB

PVN 2026 Libatkan Puluhan Ribu Peserta, Fokus Tingkatkan Keterampilan dan Serapan Tenaga Kerja

PVN 2026 Libatkan Puluhan Ribu Peserta, Fokus Tingkatkan Keterampilan dan Serapan Tenaga Kerja

News | Senin, 20 April 2026 | 14:43 WIB

Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup

Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup

News | Senin, 20 April 2026 | 14:36 WIB

Besok Kaltim Membara! Ini 6 Fakta Polemik Gubernur Kaltim yang Picu Demo Besar 21 April

Besok Kaltim Membara! Ini 6 Fakta Polemik Gubernur Kaltim yang Picu Demo Besar 21 April

News | Senin, 20 April 2026 | 14:27 WIB

Nus Kei Siapanya John Kei? Ini Silsilah Keluarga dan Riwayat Konfliknya

Nus Kei Siapanya John Kei? Ini Silsilah Keluarga dan Riwayat Konfliknya

News | Senin, 20 April 2026 | 14:26 WIB