-
Gempa 7,5 magnitudo di pesisir Iwate memicu peringatan tsunami setinggi tiga meter.
-
Pemerintah Jepang menginstruksikan evakuasi massal penduduk ke tempat yang lebih tinggi segera.
-
Fasilitas nuklir di Fukushima dilaporkan tetap aman dan tidak mengalami kerusakan akibat gempa.
Suara.com - Jepang dihantam Tsunami pertama usai gempa besar berkekuatan 7,5 SR. Tsunami menghantam di pesisir utara Jepang.
Sebelumnya otoritas setempat segera mengeluarkan perintah evakuasi darurat bagi penduduk di Prefektur Iwate, Aomori, hingga wilayah Hokkaido.
Guncangan berkekuatan 7,5 magnitudo ini membangkitkan kembali memori kelam bencana besar yang pernah melumpuhkan wilayah Tohoku silam.
Dikutip dari Jepan Times, pemerintah Jepang bergerak cepat dengan mengerahkan helikopter militer guna memantau kerusakan dari udara secara langsung di titik terdampak.
Langkah preventif ini diambil guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa akibat hantaman gelombang laut yang datang mendadak.
Sementara itu, disaksikan Suara.com dari Streaming CNA, penyiar berita di berbagai stasiun televisi nasional terus mengimbau masyarakat untuk menjauhi area sungai dan garis pantai.
Instruksi tegas diberikan agar warga bergerak ke lokasi yang lebih tinggi guna menghindari terjangan air laut.
Pesan peringatan darurat dalam bahasa Inggris pun ditampilkan secara visual guna membantu warga asing yang berada di lokasi.
“Tsunami! Evakuasi!” tulis peringatan di NHK dalam bahasa Inggris untuk non-Jepang.
“Jangan berbalik arah,” lanjut pesan peringatan darurat tersebut sebagai instruksi penyelamatan diri bagi masyarakat.
Titik Pusat dan Kekuatan Guncangan Gempa
Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa pusat gempa berada di kedalaman sepuluh kilometer di bawah permukaan laut Iwate.
Guncangan ini terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.53 waktu setempat dengan intensitas yang sangat terasa signifikan.
Di beberapa wilayah, skala seismik menunjukkan angka 5 bawah yang mampu menggetarkan bangunan dengan sangat kuat.
Getaran bahkan dirasakan hingga ke wilayah Tokyo yang membuat gedung-gedung tinggi bergoyang selama beberapa menit lamanya.