China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 09:46 WIB
China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan
Peta China (Gemini AI)
  • China khawatir pencegatan kapal kargo Iran oleh AS dapat merusak keamanan perdagangan internasional.

  • Penangkapan kapal Touska dilakukan AS di tengah upaya perundingan damai di Pakistan.

  • Beijing mendesak AS dan Iran mematuhi gencatan senjata demi normalisasi Selat Hormuz.

Suara.com - Langkah militer Amerika Serikat yang mencegat paksa kapal kargo berbendera Iran memicu kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas jalur perdagangan global.

Pemerintah Tiongkok secara resmi menyoroti tindakan ofensif tersebut sebagai ancaman bagi normalisasi navigasi internasional di perairan Selat Hormuz.

Dikutip dari Anadolu, penangkapan kapal kargo Touska oleh Marinir AS dipandang berpotensi merusak momentum gencatan senjata yang baru saja berjalan singkat.

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Dunia internasional kini menanti kepastian kelanjutan dialog damai di tengah meningkatnya tensi militer antara Washington dan Teheran.

Beijing menegaskan bahwa perdamaian di wilayah tersebut merupakan kunci utama bagi kelancaran arus barang dan energi dunia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan urgensi menjaga keamanan di salah satu jalur air terpenting dunia.

Beliau menekankan bahwa menjaga stabilitas Selat Hormuz adalah kepentingan bersama bagi seluruh komunitas internasional tanpa terkecuali.

"Selat Hormuz adalah jalur air penting bagi barang dan perdagangan global, dan menjaganya agar tetap aman dan stabil melayani kepentingan komunitas internasional," ujar Guo Jiakun kepada wartawan di Beijing.

Pemerintah China melihat tindakan koersif di laut hanya akan memperpanjang konflik yang merugikan banyak pihak secara ekonomi.

"Terkait Amerika Serikat yang mengambil (kapal) Iran dengan paksa, kami menyampaikan kekhawatiran kami," kata Guo.

Kronologi Pencegatan Kapal di Teluk Oman

Aksi militer ini bermula dari pengumuman Presiden Donald Trump mengenai keberhasilan pasukan angkatan lautnya melumpuhkan kapal Iran.

Kapal kargo tersebut dituduh berusaha menembus blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat di sekitar kawasan Teluk Oman.

Kapal penghancur rudal USS Spruance dilaporkan melakukan intervensi fisik setelah peringatan lisan diabaikan oleh awak kapal Touska.

Saat ini, kapal beserta isinya berada dalam penguasaan penuh pasukan Marinir Amerika Serikat sebagai bagian dari operasi blokade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:20 WIB

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:04 WIB

Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan

Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan

News | Selasa, 21 April 2026 | 08:56 WIB

Terkini

Kado Hari Kartini: Setelah 22 Tahun, DPR Akan Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang Hari Ini!

Kado Hari Kartini: Setelah 22 Tahun, DPR Akan Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang Hari Ini!

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:37 WIB

Kritik Dibalas Represif Aparat, Amnesty Ungkap Wajah Suram Kebebasan Sipil RI

Kritik Dibalas Represif Aparat, Amnesty Ungkap Wajah Suram Kebebasan Sipil RI

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:34 WIB

Tudingan Intimidasi Memanas di Sidang! Istri Eks Wamenaker Noel Ancam Polisikan Irvian Bobby

Tudingan Intimidasi Memanas di Sidang! Istri Eks Wamenaker Noel Ancam Polisikan Irvian Bobby

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:23 WIB

Rusia Kritik Penguatan Nuklir Inggris dan Prancis, Dinilai Picu Perlombaan Senjata

Rusia Kritik Penguatan Nuklir Inggris dan Prancis, Dinilai Picu Perlombaan Senjata

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:23 WIB

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:20 WIB

Skandal Pemerintahan Trump! Punya Hubungan Gelap dengan Bodyguard, Menaker AS Mundur

Skandal Pemerintahan Trump! Punya Hubungan Gelap dengan Bodyguard, Menaker AS Mundur

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:09 WIB

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:04 WIB

Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga

Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:00 WIB

Komnas Perempuan Bongkar Pola Predator Seksual: Satu Pelaku Kerap Beraksi Berulang!

Komnas Perempuan Bongkar Pola Predator Seksual: Satu Pelaku Kerap Beraksi Berulang!

News | Selasa, 21 April 2026 | 08:59 WIB

Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan

Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan

News | Selasa, 21 April 2026 | 08:56 WIB