China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 April 2026 | 09:46 WIB
China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan
Peta China (Gemini AI)
baca 10 detik
  • China khawatir pencegatan kapal kargo Iran oleh AS dapat merusak keamanan perdagangan internasional.

  • Penangkapan kapal Touska dilakukan AS di tengah upaya perundingan damai di Pakistan.

  • Beijing mendesak AS dan Iran mematuhi gencatan senjata demi normalisasi Selat Hormuz.

Beijing berharap baik Washington maupun Teheran dapat mematuhi komitmen internasional untuk mencegah pecahnya pertempuran baru yang lebih besar.

Tiongkok mendesak kedua belah pihak untuk tidak mengambil langkah provokatif yang dapat membubarkan rencana meja perundingan.

Kepatuhan terhadap kesepakatan penghentian permusuhan menjadi syarat mutlak agar situasi di Selat Hormuz dapat kembali normal.

China berharap AS dan Iran dapat "memenuhi kewajiban mereka, mematuhi gencatan senjata, untuk mencegah eskalasi dan memberikan kondisi yang diperlukan untuk normalisasi kembali selat tersebut," ucap Guo.

Semangat untuk menurunkan ketegangan harus terus dipelihara guna mencapai solusi politik yang mengakhiri pertikaian panjang ini.

Guo Jiakun menyerukan agar kedua pihak "mempertahankan momentum gencatan senjata, terus mempromosikan de-eskalasi" menuju akhir konflik secara diplomasi.

Upaya Diplomasi di Pakistan yang Terancam

Penyitaan kapal ini terjadi pada saat yang sangat krusial, yakni menjelang babak baru negosiasi yang dijadwalkan di Pakistan.

Padahal, Islamabad telah bekerja keras memediasi gencatan senjata dua minggu yang akan segera berakhir pada Rabu dini hari.

baca juga

Status Selat Hormuz yang sempat dinyatakan terbuka oleh Iran kembali berubah menjadi tertutup setelah ancaman blokade pelabuhan oleh Trump.

Hingga saat ini, pihak Iran belum memberikan jawaban resmi mengenai kehadiran mereka dalam pertemuan lanjutan di Pakistan tersebut.

Ketidakpastian ini menambah daftar panjang hambatan diplomasi sejak pecahnya kontak senjata antara AS-Israel melawan Teheran akhir Februari lalu.

Perselisihan bersenjata ini berakar pada serangan militer AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari yang dibalas dengan serangan Iran ke pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah.

Pertempuran sempat mereda pada 8 April, diikuti oleh pertemuan tingkat tinggi di Islamabad pada 11-12 April yang sayangnya belum menghasilkan kesepakatan konkret.

Pencegatan kapal Touska kini menjadi titik api baru yang dikhawatirkan akan membatalkan seluruh progres perdamaian yang telah diupayakan oleh mediator internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:20 WIB

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:04 WIB

Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan

Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan

News | Selasa, 21 April 2026 | 08:56 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×