Operasi Epic Fury Lawan Iran Telan Ratusan Korban Prajurit Amerika Serikat yang Terluka dan Tewas

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 April 2026 | 09:57 WIB
Operasi Epic Fury Lawan Iran Telan Ratusan Korban Prajurit Amerika Serikat yang Terluka dan Tewas
Data Pentagon mencatat ratusan prajurit Amerika Serikat menjadi korban dalam konflik militer melawan Iran. (Gemini AI)
  • Pentagon melaporkan 415 prajurit Amerika Serikat luka dan 13 tewas dalam Operasi Epic Fury.

  • Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah mengakibatkan kematian lebih dari 1.300 orang.

  • Dialog diplomatik di Pakistan antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa adanya kesepakatan damai.

Suara.com - Angka kerugian personel militer Amerika Serikat terus merangkak naik di tengah berkecamuknya Operasi Epic Fury terhadap Iran.

Pentagon melaporkan sebanyak 415 anggota militer mereka mengalami luka-luka akibat intensitas pertempuran yang tinggi di kawasan tersebut.

Dikutip dari Anadolu kematian juga tidak terhindarkan dengan catatan 13 orang prajurit Amerika Serikat telah dinyatakan gugur dalam tugas.

Tentara Amerika Serikat saat bersiap dalam sebuah tugas. [WUNC.org]
Tentara Amerika Serikat saat bersiap dalam sebuah tugas. [WUNC.org]

Data resmi dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada hari Senin menegaskan besarnya ongkos manusia dari operasi militer ini.

Konflik ini mencerminkan eskalasi kekerasan yang semakin sulit dikendalikan sejak dimulainya invasi gabungan ke wilayah Iran.

Krisis keamanan regional mulai meledak hebat pada tanggal 28 Februari saat Amerika Serikat dan Israel bergerak bersama.

Serangan udara dan darat yang masif tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa lebih dari 1.300 orang secara tragis.

Pemerintah Tehran tidak tinggal diam dan memberikan balasan yang sangat agresif terhadap serangan aliansi tersebut.

Hujan rudal dan pesawat nirawak milik Iran menyasar aset militer Amerika Serikat serta fasilitas strategis Israel.

Negara-negara tetangga yang menampung infrastruktur militer Amerika Serikat juga ikut menjadi target serangan balasan dari Tehran.

Kegagalan Perundingan Diplomatik di Pakistan

Kondisi sempat mereda sesaat ketika gencatan senjata selama dua minggu diumumkan secara luas pada 8 April.

Pakistan mengambil peran vital sebagai mediator internasional untuk meredam pertumpahan darah yang lebih luas di kawasan.

Upaya damai tersebut membawa Washington dan Tehran dalam sebuah meja diskusi langsung yang sangat jarang terjadi.

Pertemuan tingkat tinggi itu berlangsung di Islamabad pada 11 April untuk mencari titik temu penyelesaian konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan

China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:46 WIB

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:20 WIB

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar

News | Selasa, 21 April 2026 | 09:04 WIB

Terkini

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:37 WIB

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:32 WIB

Oknum Brimob Ini Tak Cukup Dipecat, Bareskrim Turun Tangan Usut Perannya di Sarang Narkoba Samarinda

Oknum Brimob Ini Tak Cukup Dipecat, Bareskrim Turun Tangan Usut Perannya di Sarang Narkoba Samarinda

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:18 WIB

DPR: Korupsi di Imigrasi Jakarta Barat Cederai Reputasi Indonesia di Mata Dunia

DPR: Korupsi di Imigrasi Jakarta Barat Cederai Reputasi Indonesia di Mata Dunia

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:12 WIB

Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain

Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:50 WIB

Bukan Lagi Desain Keren, Tampilan Bungkus Rokok dan Vape Bakal Dibuat Seragam Begini

Bukan Lagi Desain Keren, Tampilan Bungkus Rokok dan Vape Bakal Dibuat Seragam Begini

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:49 WIB

KPK Buru Bukti Baru di Rumah Silmy Karim, Usut Aliran Rp145,5 Miliar Pemerasan Izin Tinggal WNA

KPK Buru Bukti Baru di Rumah Silmy Karim, Usut Aliran Rp145,5 Miliar Pemerasan Izin Tinggal WNA

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:37 WIB

JPO Senen Sentral Resmi Beroperasi Kembali Usai Direhabilitasi Total

JPO Senen Sentral Resmi Beroperasi Kembali Usai Direhabilitasi Total

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:27 WIB

MAKI Ungkap Setidaknya Ada 1 Lagi Tersangka Korupsi MBG: Dia Pejabat BGN Punya 20 SPPG

MAKI Ungkap Setidaknya Ada 1 Lagi Tersangka Korupsi MBG: Dia Pejabat BGN Punya 20 SPPG

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:26 WIB

Geledah Rumah Mewah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan yang Dibutuhkan Penyidik

Geledah Rumah Mewah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan yang Dibutuhkan Penyidik

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:26 WIB