Semangat Kartini Belum Tuntas, Menteri PPPA Ungkap Ketimpangan Gender Masih Nyata di Indonesia

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 21 April 2026 | 10:10 WIB
Semangat Kartini Belum Tuntas, Menteri PPPA Ungkap Ketimpangan Gender Masih Nyata di Indonesia
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan perjuangan kesetaraan gender Kartini belum tuntas pada peringatan Hari Kartini, Selasa 21 April 2026.
  • Perempuan Indonesia masih menghadapi ketimpangan akses terhadap sektor ekonomi, pendidikan, serta kesehatan dalam proses pembangunan nasional saat ini.
  • Arifah mengajak seluruh pihak mengambil langkah konkret memberdayakan perempuan guna meningkatkan kualitas pembangunan bangsa secara menyeluruh di masa depan.

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa perjuangan kesetaraan yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini belum sepenuhnya tuntas.

Dalam pernyataan Hari Kartini 2026, Arifah mengungkap bahwa ketimpangan gender masih menjadi persoalan nyata di berbagai sektor pembangunan.

“Tantangan tersebut hadir dalam berbagai bentuk ketimpangan akses, partisipasi, kontrol dalam proses pelaksanaan pembangunan, dan mendapatkan manfaat yang didapat perempuan dari hasil pembangunan," ujar Arifah dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Arifah menyebutkan, memang telah banyak kemajuan yang dialami perempuan setelah lebih dari satu abad RA Kartini menyuarakan gagasannya. Namun demikian, ketimpangan gender yang masih terjadi hingga saat ini menunjukkan bahwa perempuan belum sepenuhnya memperoleh posisi yang setara, meskipun perannya di ruang publik terus berkembang.

“Perempuan tidak lagi semata-mata menjalankan peran domestik rumah tangga, tetapi juga telah melangkah dalam menunaikan fungsi publiknya," ucapnya.

Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kesetaraan dalam akses dan hasil pembangunan.

“Prempuan Indonesia masih mempunyai persoalan dalam akses terhadap ekonomi, pendidikan dan kesehatan," ujat Arifah.

Dalam momentum Hari Kartini, Arifah mengajak seluruh pihak untuk mendorong langkah konkret dalam memperkuat posisi perempuan. Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan akan berdampak luas bagi pembangunan bangsa secara keseluruhan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boiyen Ungkap Rahasia Percaya Diri di Hari Kartini: Mental Glow Up hingga Senyum Tanpa Insecure

Boiyen Ungkap Rahasia Percaya Diri di Hari Kartini: Mental Glow Up hingga Senyum Tanpa Insecure

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 10:03 WIB

Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG

Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:21 WIB

Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga

Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga

Liks | Selasa, 21 April 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB

×