Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB
Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur
Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakan mutlak untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat selama intimidasi dan ancaman militer masih berlangsung. (BBC)
baca 10 detik
  • Iran menolak berunding dengan Amerika Serikat selama ancaman blokade ekonomi masih diberlakukan.

  • Donald Trump mengklaim blokade tersebut merugikan ekonomi Iran sebesar $500 juta per hari.

  • Teheran menyiapkan strategi militer baru sebagai respon atas pelanggaran gencatan senjata oleh AS.

Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakan mutlak untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat selama intimidasi dan ancaman militer masih berlangsung.

Sikap keras ini muncul sebagai respon terhadap upaya Washington yang dinilai memaksakan kehendak melalui instrumen ekonomi dan militer di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari DW, Teheran menegaskan bahwa kedaulatan nasional tidak dapat ditukar dengan pelonggaran sanksi yang bersifat diskriminatif dan sepihak.

Kapal dagang Iran Touska disita militer Amerika Serikat di Teluk Oman. (Dok. Aljazeera)
Kapal dagang Iran Touska disita militer Amerika Serikat di Teluk Oman. (Dok. Aljazeera)

Langkah ini menandai babak baru kebuntuan diplomasi antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa dekade terakhir.

Eskalasi ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan politik di kawasan seiring dengan persiapan militer Iran yang kian intensif.

Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator tingkat tinggi, Mohammad Bagher Qalibaf, memberikan peringatan serius mengenai posisi tawar negaranya saat ini.

Ia menekankan bahwa Teheran tidak akan membiarkan martabat bangsanya diinjak-injak melalui mekanisme meja perundingan yang tidak adil.

"Donald Trump berusaha mengubah meja perundingan menjadi 'meja penyerahan'," tegas Qalibaf melalui pernyataan resminya di media sosial X.

Qalibaf mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu dua minggu terakhir, militer Iran telah menyusun skema kekuatan baru yang siap ditunjukkan.

baca juga

"Dalam dua minggu terakhir Iran telah bersiap untuk menunjukkan kartu-kartu baru di medan tempur," tambah Qalibaf memperingatkan pihak lawan.

Diplomasi yang Terhambat Pelanggaran

Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicaranya mengonfirmasi bahwa saat ini tidak ada agenda untuk melakukan dialog lanjutan dengan pihak Amerika.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, telah melakukan koordinasi intensif dengan mitra internasionalnya untuk membahas situasi keamanan terkini.

Dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, Araqchi menyoroti hambatan utama yang merusak proses perdamaian global.

"Pelanggaran [AS] yang terus berlanjut terhadap gencatan senjata antara kedua negara adalah hambatan utama untuk melanjutkan proses diplomatik guna menyelesaikan konflik saat ini," ujar Araqchi kepada Dar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:36 WIB

Siapa Shamim Mafi? Sosialita Otak Transaksi Penyelundupan Senjata Senilai Rp1 T ke Sudan

Siapa Shamim Mafi? Sosialita Otak Transaksi Penyelundupan Senjata Senilai Rp1 T ke Sudan

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:22 WIB

Rusia Evakuasi Lebih dari 600 Staf dari Pembangkit Nuklir Bushehr di Iran

Rusia Evakuasi Lebih dari 600 Staf dari Pembangkit Nuklir Bushehr di Iran

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:22 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×